UU Hak Anak Tidak Berbanding Lurus dengan Kenyataan di Lapangan

0
177

CIANJUR, patas.id – Anggota Komisi VIII DPR RI, Deding Ishak terus memperdalam persoalan perlindungan anak di Cianjur. Salah satunya Deding gencar melakukan sosialisasi mengenai upaya yang dijulukinya “penyelamatan generasi muda” tersebut kepada seluruh elemen warga di Hotel Grand Bydiel, Senin (25 September 2017).

Menurut legislator yang biasa disapa Kang Deding Ishak (KDI) ini, Indonesia saat ini tengah dalam kondisi darurat kekerasan terhadap anak. Maka dari itu, dia gencar melaksanakan penanganan serta antisipasi.

“Anak ini masa depan bangsa. Bicara soal prospek ke depan bagaimana bangsa ini, yaitu pembinaan anak-anak sebagai generasi penerus.” 

Deding menambahkan, konstitusi di Indonesia sangat menjamin hak anak. Namun hal tersebut tidak berbanding lurus dengan kenyataan di lapangan, dimana menurutnya, masyarakat di Indonesia masih minim memberikan hak-hak anak.

“Anak adalah aset bangsa. Sosilaisasi ini ditujukan bagi anak-anak, yang di kita kondisinya masih memprihatinkan karena banyak faktor.” 

Di Cianjur, tambah Deding, dirinya menegaskan dan memberikan arahan kepada semua pemangku kepentingan mulai dari pejabat dinas, hingga aparat pemerintahan desa dan rantingnya kaitan dengan perlindungan anak. Sebab di Cianjur sendiri, ia tidak bisa menutup mata terhadap banyaknya kasus kekerasan seksual dan perdagangan manusia yang melibatkan anak-anak sebagai sasarannya.

“Selain hal utama yaitu memberikan pemahaman kepada masing-masing orangtua. Peran pemerintah juga tidak lepas dalam menangani persoalan di atas,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments