Kapolda Jabar: Potensi Konflik Pilgub Bisa Saja Tinggi

0
238
CIANJUR, patas.id – Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi, mengaku bakal menunggu penetapan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam Pilgub 2018 mendatang untuk menyiapkan pola pengamanan. Pasalnya, kerentanan konflik belum bisa dilihat sebelum ada penetapan calon.
Menurutnya, pengamanan untuk Pilgub Jabar sudah mulai direncanakan, tapi untuk antisipasi konflik, harus melihat calon yangf sudah dipastikan maju dalam pesta politik tersebut.
“Intinya dalam Pilgub pasti terbelah antar pendukung. Tapi kan harus dilihat, berapa calonnya, pecahan suaranya di mana saja. Makanya untuk pola apa yang pasti diterapkan, menunggu keputusan berapa banyak dan siapa saja calonnya,” tutur Budi dalam kunjungannya ke Cianjur beberapa waktu lalu.
Budi mengatakan pecahan pendukung tersebut membuat potensi konflik dimungkinkan tinggi. Oleh karena itu pemetaan akan dilakukan secara baik supaya bisa diantisipasi.

“Potensi (konflik, red) bisa saja tinggi, makanya nanti dipetakan. Setiap bulan pasti akan kami update perkembangan pengamanannya. Kami juga ingin pelaksanaan Pilgub di Jabar berjalan lancar.”¬†

Sementara itu, meskipun belum masuk ke pendaftaran pencalonan, polemik sudah mulai bermunculan. Salah satunya terkait surat bodong rekomendasi DPP Golkar terhadap Ridwan Kamil.
Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Jawa Barat, Saan Mustafa, mengaku menunggu rekomendasi resmi dari DPP Partai Golkar untuk kepastian mendukung Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, tahun depan.
Menurutnya, Ridwan Kamil sekarang tinggal menunggu parttai lainnya bergabung supaya genap 20 kursi dan sehingga bisa melenggang ke jenjang pendaftaran ke KPU. “Insyaallah dalam waktu dekat genap, dan kemungkinan besar PPP ikut bersama Nasdem dan partai lainnya mencalonkan Kang Emil,” ujar dia saat di Cianjur, belum lama ini.
Menurut Saan, pihaknya juga menunggu rekomendasi resmi dari DPP Partai Golkar. Terkait surat yang beredar beberapa hari lalu, dirinya tidak akan terlalu menanggapi sebelum sikap resmi dari DPP partai belambang pohon beringin tersebut keluar.

“Kami menghargai sikap DPD Partai Golkar Jawa Barat yang mencalonkan Dedi Mulyadi dan membentuk koalisi dengan PDI Perjuangan. Tapi keputusan kan ada di DPP. Misalnya nanti sudah pasti mendukung Kang Emil, kami akan segera tindaklanjuti untuk melakukan skema pemenangan.”¬†

Di sisi lain, DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur mengaku tetap satu suara mendukung Dedi Mulyadi untuk menjadi Calon Gubernur Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Ketua DPD partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana, memastikan struktur dan simpatisan tidak akan mudah terpecah oleh isu hoax.

Menurut Mulyana, DPD Kabupaten Cianjur bukannya tidak menanggapi surat tersebut secara serius, namun sejak awal dia sudah menduga jika informasi tersebut tidak benar. “Benar saja, langsung dibantah oleh Sekjen Partai Golkar,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments