Umat Buddha Cianjur Mengecam Aksi Kekerasan di Rohingya

0
219

CIANJUR, patas.id – Umat Buddha di Kabupaten Cianjur mengecam aksi kekerasan terhadap umat Islam dan warga di Rohingnya. Bantuan dana dan doa pun dipanjatkan untuk mendukung warga di sana serta mempererat toleransi di Cianjur‎.

Hal itu terungkap saat audiensi Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cianjur berkenaan dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi pada etnis Eohingya di Rakhine Myanmar, yang bertempat Jalan Siliwangi Komplek SMPN 1 Cianjur, Rabu (07 September 2017).

Penasehat Majelis Tri Dharma Cianjur, Suwita Gunawan, yang juga sebagai Wakil Ketua II FKUB mengatakan peristiwa di Rohingya melibatkan umat Buddha di sana tidak ada hubungan apa pun dengan umat Buddha Indonesia. Bahkan pihaknya mengecam adanya pengasingan maupun pembunuhun karena itu tidak ada dalam ajaran agama Buddha.

“Sebetulnya kami juga mengecam tindakan yang bertentangan dengan kemanusiaan, bahkan kalau seorang biksu melakukan tindakan kekerasan apalagi pembunuhan, gelar biksu itu sudah hilang jadi bukan biksu lagi bahkan bisa dibilang teroris karena perilakunya yang tidak baik. Kita harus hidup rukun saling menghormati bangsa apa pun ras apa pun. Rohingya sebenarnya bukan permasalahan pertentangan agama, akan tetapi permasalahan sosial ekonomi.” 

Selain pernyataan dari perwakilan umat Budha di Cianjur, anggota FKUB Cianjur mengutuk/mengecam keras segala tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Rakhnie Myanmar kepada etnis Rohingya. Selanjutnya dalam pernyataan tersebut, FKUB mengajak kepada seluruh umat beragama untuk menggalang solidaritas kemanusiaan agar segala bentuk kekerasan dan atau genosida (penghapusan etnis) terhada etnis Rohingya di Rakhnie Myanmar segera dihentikan.

Aksi biksu Myanmar saat melakukan protes di PBB Januari 2014 lalu.

Peserta audiensi juga mendorong kiprah Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah nyata demi terwujudnya keadilan dan penghormatan atas hak azasi manusia bagi etnis Rohingya di Myanmar.

Selain itu, seluruh umat beragama di Kabupaten Cianjur diharapkan senantiasa berperan aktif dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan menumbuhkembangkan toleransi agar situasi kondusif dan harmonis ini tetap terjaga.

Ketua FKUB Cianjur, Muchrodin, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat sekaligus pimpinan ormas keagamaan di Cianjur tersebut bertujuan melaksanakan silaturahmi menyikapi tragedi kemanusiaan Rohingya.

“Kami mendukung usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat seyogyanya sampai selesai, selain itu kami juga meminta agar ada bantuan donasi untuk muslim Rohingya yang ada di Myanmar. Kami akan terus melakukan konsultasi rutin mengumpulkan pemuka agama tokoh agama maupun ormas agama sehingga kerukunan antar umat beragama dapat terus terjalin,” ujarnya. (isl)

Comments

comments