Satu Siswa Sumbang Segelas Beras, Program Poe Welas Asih di Purwakarta

0
209

PURWAKARTA, patas.id – Para pelajar Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Purwakarta pada Kamis (September 2017) serempak membawa satu gelas beras dari rumah untuk diserahkan kepada pelajar dan warga membutuhkan yang tinggal di sekitar sekolah.

Aksi ini dilakukan menyusul Program ‘Poe Welas Asih’ atau Hari Kasih Sayang yang diinisiasi oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Saat ditemui di SMPN 5 Purwakarta yang ditunjuk sebagai sekolah percontohan program ini, Dedi mengatakan bahwa aksi ini memiliki cakupan jangka panjang dan bukan merupakan program sporadis. Karena itu, diperlukan pengawasan dari pihak sekolah maupun unsur pegawai demi pelaksanaan kegiatan ini secara berkesinambungan.

“Menebar kasih sayang itu tidak boleh terbatas pada ruang dan waktu. Artinya program ini tidak sporadis melainkan berkesinambungan. Tidak ada batas ya, artinya semua tingkatan merasakan program ini.” 

Dari 1 gelas per siswa SMPN 5 Purwakarta, berhasil terkumpul sebanyak satu kwintal beras. Para pelajar kemudian dikumpulkan di lapangan untuk dibagi menjadi beberapa kelompok untuk membagikan beras tersebut selain kepada sesama pelajar yang membutuhkan juga kepada warga yang tinggal di sekitar sekolah.

Rangga (14 tahun), salah seorang pelajar Kelas IX, mengatakan dirinya merasa termotivasi untuk mengikuti program ini karena dapat belajar memberi kepada sesama yang membutuhkan.

“Semangat Pak, berasnya banyak, ini mau dibagi-bagi ke sekitar sekolah,” katanya sambil memikul satu karung ukuran kecil dibantu temannya.

Aksi nyata ini langsung dirasakan oleh pelajar maupun warga sekitar. Seorang pelajar yatim bernama Saifullah (14 tahun) termasuk ke dalam kelompok pelajar yang menerima ‘beras welas asih’ ini.

Senyum remaja yang sehari-hari menggembala kambing milik tetangganya itu tambah sumringah setelah menerima bantuan berupa 3 ekor domba betina dan satu ekor domba jantan dari Bupati Purwakarta.

“Alhamdulillah dapat bantuan banyak hari ini. Saya jadi tambah semangat belajar.” 

Sementara itu Karsih (65 tahun), janda tua yang tinggal di belakang SMPN 5 Purwakarta, juga mendapatkan bantuan beras yang diserahkan oleh pelajar di sekolah tersebut dengan diantar oleh salah seorang guru. Karsih mengaku merasa terbantu dengan bantuan itu karena sehari-hari harus berjuang sendirian untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Balageur budak sekolah teh, alhamdulillah ema dipasihan beas (baik-baik anak sekolah ini, alhamdulillah emak diberi beras, red),” ucapnya. (jay)

Comments

comments