CIANJUR, patas.id – Ratusan warga di Desa Cigunungherang Kecamatan Cikalongkulon alami kekeringan setiap memasuki musim kemarau. Warga harus berjalan sampai ratusan meter untuk mencari air dengan menggali lubang di sungai.
‎Oman bin Oha (42 tahun), Ketua RT 03/ RW 01 Desa Cigunungherang, mengatakan bahwa setiap tahun, warganya mengalami kesulitan air. Hanya berselang dua pekan memasuki kemarau, warga bakal kesulitan air.
‎”Biasanya bulan ke sembilan atau sepuluh tidak ada air, sekarang dari Agustus sudah susah,” kata dia saat ditemui, Selasa (29 Agustus 2017).
Menurut Oman, ada beberapa kampung di desa tersebut yang mengalami kekeringan, yakni Kampung Batununggul, Cipari, Tegalpanjang, Panyingkiran, da‎n Bojongkole.
Warga biasanya mencari air ke sungai dengan menggali tanah sedalam beberapa meter seperti halnya membuar sumur. Untuk bisa mengambil air, warga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwakarta itu mesti menunggu dulu selama tiga jam hingga kolam penuh.

“Makanya warga cari air itu malam, untuk dipakai mandi dan masak saat pagi.”

‎Engkus (45 tahun), seorang warga, mengaku sulitnya air membuat warga harus menghemat ketika masak apalagi mandi. Jika tidak, warga harus kembali mengambil air ke sungai Cigunung yang jaraknya 500 meter dari pemukiman.
“Sehari bisa sampai lima kali pulang-pergi ke sana‎. Kalau tidak dicukup-cukup, harus bolak-balik ambil air,” keluhnya.
Sementara itu, Camat Cikalongkulon, Nunung Rahmat, mengungkapkan di Kecamatan Cikaling ada tiga desa yang mengalami kekeringan, di antaranya Desa Ciramagirang, Cigunungherang, dan Kamurang.
Bahkan untuk memenuhi kebutuhan air, masyarakat hingga kini masih mengandalkan air dari Waduk Cirata yang juga kondisinya tidak layak konsumsi.

“Lebih kurang 2000 keluarga‎ yang ada di tiga desa tersebut. Kondisi ini sudah terjadi sejak dua bulan lalu.”

Musim kering yang melanda daerahnya itu, diungkapkan Nunung, juga sudah menyebabkan sejumlah sungai yang ada di wilayah itu menjadi daratan akibat kekeringan yang mengakibatkan sedikitnya 5 hektar lahan sawah milik masyarakat mengalami gagal panen.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pemkab, untuk mengatasi persoalan tersebut. Hingga kini, masyarakat masih belum dapat bantuan pasokan air,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments