CIANJUR, patas.id – Dua truk tangki pengangkut air milik Perumdam Trita Mukti dikirim ke Desa Cigunungherang Kecamatan Cikalongkulon untuk beri bantuan air bersih bagi ratusan warga yang mengalami kekeringan sejak sebulan terakhir di sana.
Bukan hal yang mudah mendistribusikan air bersih ke lima kampung di desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Purwakarta tersebut. Bahkan butuh waktu tiga jam lebih untuk sampai dari Kantor Cabang Cianjur hingga lokasi, atau dari pukul 12.30 WIB sampai pukul 15.30 Wib.
Kondisi jalan sepanjang 20 kilometer sejak gapura perbatasan Cianjur-Purwakarta ke kampung tersebut ialah berupa batuan dan pasir. Akibatnya dua truk tangki tersebut harus dikemudikan dengan berhati-hati.
Untuk tiba di Cigunungherang, perkebunan karet dan sejumlah bukit terlebih dulu harus dilalui. Bahkan beberapa kilometer jalan masuk ke wilayah Purwakarta memiliki kondisi yang sama buruknya dengan jalan milik Pemkab Cianjur.
Begitu tiba di kampung pertama, seratusan warga langsung antre dengan membawa sejumlah ember serta galon untuk diisi air bersih. Tidak hanya di satu kampung, mobil yang membawa ribuan liter air bersih itu juga mendatangi kampung lain yang kekurangan air.
“Bantuan ini kami berikan atas usulan dari warga dan Camat Cikalongkulon. Meski medannya sulit diakses, tapi tim kami berhasil distribuskan air ke warga yang memang membutuhkan,” ujar Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti, Budi Karyawan, Selasa (29 Agustus 2017).
Menurutnya, menghadapi kemarau, Perumdam sudah menyiapkan truk air untuk dikirim ke setiap wilayah yang kesulitan air bersih. Sehingga tidak ada kesulitan air bersih di Cianjur.

“Kami sudah siapkan truknya, kami juga menunggu komunikasi dari instansi lain terkait permintaan air bersih ke daerah rawan kekeringan. Warga juga bisa mengajukan permintaan. Kami akan maksimalkan pendistribusian truk air ke daerah yang rawan kekeringan.”

‎Oman (42 tahun), salah seorang warga mengaku setiap tahun warga di beberapa kampung di Desa Cigunungherang mengalami kekeringan. Bantuan yang diberikan membuat warga sangat antusias sebab sebelumnya sulit mendapatkan air bersih.
“Alhamdulillah ada bantuan air bersih, sehingga tidak perlu jauh-jauh ambil air ke kubangan yang dibuat di sungai,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk mengatasi persoalan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman mengingatkan seluruh kepala desa di Cianjur terkait 4 program prioritas Kementerian Desa, yakni BUMDes, produk asli desa (Prukades), embung desa, dan pembangunan sarana olah raga.

”Diutamakan setiap desa pada 2018 mendatang memiliki embung atau kolam penampungan air dan pengawasan mata air. Untuk antisipasi kebutuhan air yang ke depannya dikhawatirkan semakin sulit diperoleh akibat faktor cuaca El Nino.” 

Sejauh ini embung desa menjadi hal yang paling disoroti oleh Herman, karena ia menilai kebutuhan air di tingkat desa harus dalam keadaan aman. Ia mengatakan, setiap desa harus mengalokasikan dana serta wilayah pembuatan embung. Program tersebut diharap dapat terealisasikan tahun 2018 mendatang. (isl)

Comments

comments