Himbauan Dinas untuk Pembeli Daging Kurban Cianjur

0
198

CIANJUR, patas.id – Dalam sepekan, Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kabupaten Cianjur memeriksa sekitar 1.200 ekor domba dan 700 ekor sapi untuk memastikan kesehatan hewan-hewan kurban. Meski belum ditemukan hewan yang mengidap penyakit menular, pembeli diimbau untuk tetap selektif membeli hewan untuk dikurbankan.

Kepala Seksi Bina Kesehatan dan Masyarakat Veteriner Dinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Agung Rianto mengatakan, pemeriksaan hewan kurban biasanya digelar sepuluh hari sebelum Hari Raya Idul Adha, oleh karenanya pihak dinas dengan pusat kesewatan hewan dibantu relawan mulai bergerak sejak Selasa (22 Agustus 2017).

“Dimulai dari Selasa lalu, sudah banyak yang kami periksa, baik itu milik pribadi atau yang dijual di depot dan di pasar hewan.” 

Menurutnya, hingga sehari sebelum dan beberapa hari setelah Idul Adha, akan lebih banyak hewan kurban yang diperiksa. Pemeriksaan dalam sepekan ini sudah lebih dari 50% dibandingkan jumlah hewan yang diperiksa tahun lalu.

“Pada 2016 jumlah kambing atau domba yang diperiksa hanya 2.000 ekor, sekarang baru beberapa hari pemeriksaan sudah 1.200. Kemungkinan jumlah yang diperiksa dan penjualannya meningkat.”

Agung menuturkan, pemeriksaan dipusatkan pada depot atau penjual di pinggir jalan, khususnya di wilayah perkotaan. Pasalnya hewan tersebut harus dipastikan tidak terkena penyakit. Wilayah Cianjur selatan, ungkap dia, juga tidak luput dari pemeriksaan. Titik penjualan hewan kurban di Cianjur selatan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum dijual.

“Kami libatkan pusat kesehatan hewan, dibantu juga oleh relawan. jadi seluruh wilayah bisa terpantau. Dan kami tegaskan juga, permeriksaan ini tidak dipungut biaya.”

Dalam sepekan ini, belum ditemukan hewan kurban yang mengidap penyakit berbahaya, mulai dari antraks hingga penyakit lainnya. Rata-rata hewan kurban di depot penjualan kurban hanya mengalami penyakit mata yang bisa disembuhkan dalam waktu singkat.

Agung menekankan, para penjual agar tidak menjual hewan kurban yang sakit dan segera dilaporkan jika tidak memiliki dokter sendiri.

“Belum ditemukan yang sakitnya berbahaya, paling hanya belekan akibat debu saat perjalanan. Mudah-mudahan tidak ada yang terkena penyakit berbahaya. Tapi untuk memastikan, semua penjual diharapkan untuk memeriksakan hewannya sebelum dijual, sebab petugas pun terbatas, sehingga tidak bisa setiap waktu menangani penjual di lapangan,” ucapnya. (isl)

Comments

comments