Antisipasi Musim Kemarau, Petani Diimbau Tanam Palawija

0
324

CIANJUR, patas.id – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, mengimbau para petani terutama di kawasan Cianjur selatan untuk menanam palawija sampai musim hujan turun.

“Pola tanam ini untuk mengantisipasi musim kemarau dan mempersiapkan diversifikasi pangan untuk konsumsi warga,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (20 Agustus 2017).

Mamad menyarankan kawasan yang memiliki irigasi yang baik agar lebih memperhatikan unsur hama dan penyakit yang biasa menyerang di musim kemarau. Menurutnya ada beberapa wilayah di selatan Cianjur memasuki musim kemarau sudah terbiasa mengganti tanaman padi dengan palawija dengan alasan keterbatasan pasokan air.

“Kami sudah mengimbau kepada para petani di kawasan selatan untuk mengganti tanaman padi dengan palawija memasuki musim kemarau saat ini.” 

Menurutnya, para petani biasanya sudah mempersiapkan diri memasuki musim kemarau dengan menyimpan cadangan padi untuk kemudian diolah menjadi beras.

Menanam palawija, kata Mamad, dimaksudkan untuk menunjang perekonomian petani agar berkesinambungan dan tak berhenti beraktivitas saat musim kemarau tiba. Hal tersebut akan membantu sisi keluarga petani dalam segi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Makanya saya berharap para petani di wilayah selatan segera berkoordinasi dengan pemerintah terdekat seperti desa dan kecamatan untuk menentukan tanaman palawija yang cocok di tanam di daerah masing masing,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Pagelaran, Tatang Basari, mengaku bahwa pihaknya sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi musim kemarau saat ini. Wilayah Pagelaran sempat kedatangan dari pihak Kementerian Pertanian dan dari hasil kunjungan tersebut di wilayah Pagelaran akan ditanam kacang kedelai.

“Kami sudah kedatangan pihak dari Kementerian Pertanian. Dari hasil kunjungan tersebut, kami sepakat untuk menanam kedelai di wilayah yang biasanya pasokan air berkurang saat musim kemarau.” 

Menurutnya kawasan yang sudah pasti akan ditanam kacang kedelai adalah kawasan Bunijaya. Meski belum menerima laporan kekeringan dari warga, pihaknya sudah mensosialisasikan agar warga tetap waspada dan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

“Luas pertanian di kami ada sekitar 600 hektar, beberapa di antaranya tertolong dengan adanya danau Rawa Beber yang debit airnya mampu mengairi kawasan pertanian,” papar Tatang.

Menurutnya, kawasan pertanian di bagian barat yang kekurangan pasokan air, dikembangkan untuk tanaman buah-buahan. Sementara untuk kawasan timur dikembangkan untuk kawasan pertanian karena beberapa irigasi masih berfungsi dengan baik kendati musim kemarau tiba.

“Di Rawabeber sendiri karena debit air yang tinggi maka warga menggunakannya untuk mikrohidro, manfaatnya sudah dirasakan warga.” 

Selain pertanian dan buah-buahan, kata Tatang, wilayah Pagelaran juga terkenal dengan pohon nira yang menghasilkan gula aren. Selama ini, gula aren menjadi salah satu produk unggulan warga yang membantu sokoguru perekonomian kampung dan desa.

“Ada beberapa kawasan yang ditanami pohon nira oleh warga. Sejak dulu kawasan ini memang terkenal dengan gula aren, tak heran beberapa toko di Cianjur kota atau pasar menjadi tujuan pemasokan gula dari daerah kami,” katanya. (isl)

Comments

comments