Dipaksa Bekerja Meski Sakit, Dua TKW Akan Segera Dipulangkan

0
342

CIANJUR, patas.id – Hartati (37 tahun), salah satu dari dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Bojongpicung yang tertahan dan dipaksa bekerja meski dalam kondisi sakit, akan segera dipulangkan.

Kabar tersebut sudah diterima Ketua Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia Raya (Astakira) Pembaharuan, Hendrik Prayoga. Menurutnya, kendati tanggal kepulangan Hartati belum dipastikan, namun ia yakin dalam sepekan ini TKW tersebut positif akan dipulangkan.

“Kami di sini sudah mendapat kabar dari pihak perusahaan bahwa Hartati akan dipulangkan dalam waktu dekat,” ujar Hendrik kepada patas.id melalui telepon selular, Minggu (30 Juli 2017).

Hendrik mengaku pihaknya terus berkomunikasi dengan perusahaan termasuk dengan pihak terkait adanya laporan dari pihak keluarga yang ingin segera memulangkan Hartati. Ia mengatakan perjuangan Astakira terus berlanjut untuk mengupayakan semua laporan yang telah masuk.

“Semua upaya terus kami lakukan, meski sudah ada kabar kepastian pulang dalam waktu dekat, kami di sini terus berkomunikasi.”

Jika Hartati tak dipulangkan dalam waktu dekat, Hendrik takkan segan melapor kepada pihak yang berwajib. “Sebagai lembaga pemerhati TKI, sudah menjadi kewajiban kami untuk membantu kepulangan Hartati,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa untuk membantu TKW lainnya yang senasib dengan Hartati, Euis Naziah, pihaknya akan mendesak perusahaan untuk melakukan proses pemulangan setelah Hartati. Menurut Hendrik, sebelumnya keluarga Euis Naziah telah melapor kepada Astakira untuk membantu kepulangan yang bersangkutan karena mengalami pendarahan dan menderita sakit kista.

Sedangkan Hartati mengeluh dan ingin pulang setelah melaporkan kepada suaminya bahwa dalam sehari ia hanya bisa beristirahat selama dua jam.

“Saya sudah bulat ingin memulangkan istri saya, karena setiap hari ia mengeluh cape dengan pekerjaannya dan hanya diberi waktu beristirahat selama dua jam,” ujar Fahrudin (39 tahun), suami Hartati saat melapor ke kantor Astakira di Ciranjang, beberapa waktu lalu.

Fahrudin mengatakan istrinya tersebut sudah bekerja selama tujuh bulan di Arab Saudi, namun baru sekali mengirim uang untuk keluarga di Cianjur. Ia merasa kasihan dengan keluhan istrinya yang menyebut bahwa sepuluh orang temannya yang juga bekerja di sana mengalami hal serupa.

“Istri saya menyebut ada temannya yang sakit tapi masih tetap dipekerjakan di sana, saya khawatir istri saya juga jatuh sakit.”

Fahrudin ingin kepulangan istrinya tersebut bisa disegerakan, agar bisa berkumpul lagi bersama dengan keluarga. Ia mengatakan sempat panik ketika mendengar kabar pertama dari istrinya bahwa ia hanya diberi waktu istirahat selama dua jam. “Semoga secepatnya bisa pulang dan berkumpul lagi dengan keluarga,” katanya. (isl)

Comments

comments