Operasi Pasar Murah di Mapolres Cianjur

0
236

CIANJUR, patas.id – ‎Sebanyak 7.500 paket sembako dibagikan dalam operasi pasar murah di halaman Mapolres Cianjur, Senin (20 Juni 2017). Diyakini, operasi pasar dapat pengaruhi harga dipasaran agar tidak melonjak.

Paket kebutuhan pokok yang berisikan satu kilogram daging sapi beku, 5 kilogram beras premium, 2 liter minyak, dan 3 kilogram gula pasir itu hanya harus dibeli seharga Rp 97.500. Padahal jika dikalkulasikan, harga keseluruhan tanpa subsidi mencapai Rp 203 ribu per paket.

“Sepekan menjelang Idul Fitri ini, Kami dari Pemkab Cianjur dan Polres Cianjur bisa bekerjasama ‎dengan Pempov Jabar untuk menyelenggarakan operasi pasar murah. Subsidi yang diberikan, lebih dari setengah harga,” ujar Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cianjur, Himam Haris.

Menurutnya, 7.500 paket sembako itu dibagi di tiga kecamatan, yakni Cianjur, Karangtengah, dan Campaka. Khusus di Kecamatan Cianjur, diberi‎ kuota 4.500 paket. Dengan menukarkan kupon yang sudah dibagikan, warga tidak mampu bisa langsung menukarkannya dengan paket sembako.

“‎Sebenarnya kami ajukan ke Pemprov itu 10 ribu paket, tapi yang terealisasi hanya 7.500 paket. Dibagikannya ke warga tidak mampu yang sudah terdata sejak beberapa bulan terakhir.”

‎Selain sembako, elpiji tiga kilogram juga dijual dalam operasi pasar murah itu. Harga yang dipatok ialah HET di pangkalan, yakni Rp 16 ribu per tabung dengan kuota per kecamatan mencapai 380 tabung.

“Alhamdulillah, selain sembako juga bisa menyediakan kebutuhan elpiji 3 kilogram. Bahkan Cianjur juga jadi salah satu dari tiga kota di Jawa Barat yang mendapatkan pasokan daging sapi.”

‎Kabid Perdagangan dalam Negeri Disperindag Provinsi Jawa Barat, Achmad Suryadi‎, menatakan, Pemprov Jabar menganggarkan Rp 15 miliar untuk mengadakan operasi pasar murah di tahun ini bagi 197.838 rumah tangga miskin.

“Cianjur ini jadi kota terakhir yang melaunching kegiata OPM. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Bulog sebagai penyedia barang. Meskipun anggaran tahun ini lebih rendah dibandingkan 2015 yang mencapai Rp 20 miliar, diharapkan tujuannya tetap bisa tercapai.”

Ahmad meyakini, kegiatan tersebut sedikitnya dapat mempengaruhi harga di pasaran agar tetap normal. “Pasti ada dampak ke pengendalian harga. Mungkin tidak begitu besar (efeknya, red), tapi ketika di sini lebih murah, ‎otomatis di pasaran mengikuti harga supaya tetap normal,” katanya. (isl)

Comments

comments