Kasus Kekerasan Pada Anak dan Perempuan Menurun Selama Ramadhan

0
285
Domestic violence victim, a young Asian woman being hurt

CIANJUR, patas.id – Angka pencabulan, kekerasan seksual, dan sodomi di Kabupaten Cianjur menurun drastis selama Ramadhan. Namun diharapkan, penurunan itu tidak hanya terjadi saat Ramadhan, melainkan terus berlanjut di masa mendatang.

Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Kasus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, mengatakan bahwa sejak awal Ramadan tahun ini, tidak ada persoalan terkait kekerasan, persetubuhan (pelecehan seksual), ataupun trafficking. Hanya ada dua konsultasi terkait hak asuh anak.

“Kalau tahun lalu, ketika Ramadhan sama seperti hari biasa, ada beberapa kasus persetubuhan, kekerasan, hingga trafficking. Tahun ini memang menurun drastis.”

Lidya mengatakan, selama Ramadhan ini pihaknya sebatas melanjutkan atau menuntaskan penanganan perkara di bulan sebelumnya. “Jadi memang ada tambahan waktu untuk menyelesaikan perkara yang lama,” ujarnya.

Lidya memperkirakan ada beberapa penyebab terjadinya menjadikan penurunan angka kasus di bulan ini, mulai dari korban tidak mau melapor, takut lantaran ada ancaman, atau memang tidak terjadi kasus pada perempuan dan anak.

“Tapi mudah-mudahan memang tidak terjadi kasus di bulan ini. Puasa diharapkan dapat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan pelecehan atau kekerasan pada perempuan dan anak.”

Lidya mengharapkan, ‎penurunan itu tidak terjadi saat Ramadan, namun bulan-bulan selanjutnya juga tetap menurun. ‎”Jangan hanya stop di puasa, tapi ke depan juga harus tetap menurun, supaya Cianjur bisa mewujudkan visi agamis yang sebenarnya,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments