Warga Sekitar Bomero City Walk Jadi Resah Gara-gara Hal Ini

0
444

CIANJUR, patas.id – Warga Bojongmeron semakin merasa resah dengan adanya perilaku buruk dari pengunjung ke kawasan Bomero City Walk. Bahkan, belum lama ini terjadi perkelahian sampai penyerangan terhadap kelompok pemuda oleh kelompok lainnya di kawasan tersebut.

Deviyanti (37 tahun), salah seorang warga, menuturkan bahwa pada Minggu (11 Juni 2017) malam ada beberapa orang yang sedang nongkrong di Bojongmeron yang diserang oleh pengunjung lainnya dengan gir, samurai, dan senjata tajam lainnya.

“Kronologi awalnya tidak tahu bagaimana, yang jelas sudah ramai warga di pintu masuk di atas (Jalan Mangunsarkoro). Begitu dilihat, ada pemuda yang sudah berdarah dengan luka sabetan senjata tajam,” ujar dia, Senin (12 Juni 2017).

Menurutnya, belum lama ini salah seorang RT di Bojongmeron juga dikeroyok oleh pengunjung yang tidak terima dinasehati.

“Sudah beberapa kali kejadian seperti ini, jadi meresahkan warga yang ada di sekitaran Bojongmeron.”

Devy mengaku pada awalnya senang dengan penataan kawasan Bojongmeron. Namun lama-kelamaan, hal tersebut jadi mulai meresahkan warga sebab pengunjung jadi sering nongkrong di wilayahnya hingga larut malam dengan aktivitas mabuk, pacaran yang cenderung pada perilaku negatif, dan lainnya.

“Kalau di awal-awal memang bagus, dari yang asalnya kumuh jadi tertata. Tapi sekarang jadi banyak kelompok pemuda yang nongkrong sambil melakukan perilaku negatif, apalagi kalau malam Minggu, kawasan ini penuh komunitas motor, bukan lagi jadi tempat jalan kaki.”

Menurutnya, aktivitas para pengunjung pun seringkali melanggar jam malam, meskipun sering dilarang dan diperingatkan oleh warga, tetapi para pengunjung tidak mengindahkan.

“Kadang-kadang sampai jam 3 pagi masih nongkrong, harusnya kan pukul 22.00 WIB sudah bubar, paling malam sampai 24.00 Wib. Karena banyak, warga juga jadi susah melarangnya.”

Sementara itu Kapolsek Cianjur, Kompol Iskandar, mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan resmi terkait penyerangan pengunjung Bojongmeron oleh sekelompok orang. “Belum ada laporan resmi,” kata dia saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (12 Juni 2017) sore.

Iskandar mengaku pihaknya selalu melakukan patroli ke seluruh wilayah di perkotaan, termasuk di Bojongmeron. Selain itu, melalui Babinkamtibmas, warga diajak juga untuk turut mengantisipasi perilaku negatif dari para pengunjungnya.

“Upaya antisipasi pastinya dilakukan. Kalau ada kejadian serupa, segera lapor. Dan kalau memang ada korban, lakukan laporan resmi pada kami,” katanya. (isl)

Comments

comments