Monyet Pecak Diburu Kepolisian dan Perbakin

0
267

CIANJUR, patas.id – Pihak kepolisian dibantu anggota Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) memburu monyet liar yang keberadaannya meresahkan warga Karangtengah dan Cilaku. Pasalnya, korban akibat gigitan dan cakaran monyet liar terus meluas. Pertama kali Desa Sukamanah, lalu Desa Sindangasih, Desa Sukamaju, dan Desa Munjul. Belasan anak telah menjadi korban.

Anggota Perbakin yang membawa senapan angin 4,5 milimeter disebar di beberapa titik terutama di kebun dekat pemukiman warga.

Seorang anggota Perbakin, Fey Guspania (29 tahun), mengaku sempat melesatkan beberapa peluru ke arah monyet yang meresahkan warga tersebut. Lokasi penembakan terjadi di Kampung Golebag, Desa Sukamanah. Saat ditembak, monyet tersebut tidak sedang berada di pohon namun berlari cepat di atap rumah warga.

“Kami sempat mengepungnya dan monyet tersebut masuk ke atap rumah warga,” ujar dia kepada wartawan, Minggu (11 Juni 2017).

BACA: Monyet Lepas Serang Warga Sukamanah dan Munjul

Setelah masuk ke atap rumah warga, ungkap Fey, monyet tersebut terlihat melawan dengan melemparkan benda-benda kecil yang tak jauh dari tempat ia duduk. Melihat aksi tersebut warga sempat menghindar beberapa kali.

“Lemparannya cukup keras, kami hampir terkena batu beberapa kali.”

Menurut Fey beberapa peluru senapan angin sempat mengenai tubuh monyet itu namun ternyata tidak sampai merobohkan. Monyet itu terus bergerak cepat keluar menuju atap rumah dan lompat dari atap ke atap lainnya.

Fey mengatakan kejadiannya begitu cepat, semua warga terus memburunya saat itu. “Monyet tersebut lari ke arah sawah, anehnya ia tidak naik ke pohon atau bergelayutan di dahan, malah berlari di antara tumbuhan padi yang mulai tinggi.”

Ia bersama penduduk kampung terus mengikuti monyet tersebut ke arah pesawahan, namun lama dicari monyet tersebut seperti menghilang.

“Saya ikuti terus jejak tumbuhan padi yang bergerak karena terkena tubuh monyet tersebut, namun di ujung perkampungan saya tak menemukan apa-apa.”

Menurut Fey, monyet tersebut memiliki ciri-ciri satu mata yang sudah tak bisa melihat. Warga setempat menyebutnya monyet ‘pecak’. Monyet ini juga yang melukai beberapa anak di perkampungan Munjul yang selalu muncul tiba-tiba dan menghilang dengan cepat.

“Saya mendengar keterangan dari warga ada yang menyebut bahwa monyet liar yang sudah meresahkan warga ini ada tiga ekor, satu ekor sempat terkena golok warga. Yang pecak ini disebut-sebut paling galak karena selalu melawan saat berhadapan dengan warga.”

Empat desa yang sempat diserang monyet liar ini saling berdekatan dan berbatasan. Empat desa ini masih masuk ke wilayah Cianjur kota dan Karangtengah. Monyet liar ini diketahui selalu menyerang anak usia di bawah lima tahun. Bagian yang selalu diserang monyet ini selalu pada bagian kepala hingga menimbulkan luka yang cukup serius. Para orangtua di empat desa terus khawatir karena monyet tersebut dikenal lincah dan saat ini belum berhasil tertangkap. (isl)

Comments

comments