Longsor di Desa Girimukti, Dua Keluarga Diungsikan

0
287
CIANJUR, patas.id – Bencana longsor terjadi di Kampung Margalaksana RT 01/RW 06 Desa Girimukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur. Akibatnya satu rumah rusak berat dan 12 rumah lainnya terancam terkena material longsoran. Bahkan dua keluarga harus diungsikan lantaran khawatir jadi korban jika ada longsoran susulan.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, menjelaskan kejadian longsor tersebut berlangsung pada Sabtu (10 Juni 2017) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Pada saat itu, Campaka diguyur hujan deras selama beberapa jam, sehingga terjadi pergerakan tanah yang berujung longsor.
“Kami terima laporan Minggu (11 Juni 2017) pagi dari Camat Campaka. Kemudian kami langsung kirimkan petugas ke lokasi untuk pendataan,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Minggu (11 Juni 2017).
Menurut Asep, rumah warga yang berada di atas tebing terbawa sebagian bangunannya oleh longsoran, sementara belasan rumah lainnya yang berada di bawah tebing terancam tertimpa material longsoran.
“Total rumah yang terancam ada 12 rumah, yang rusak satu rumah pada bagian belakangnya.”
Untunglah tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, mekipun peristiwa berlangsung saat mayoritas warga tengah tidur. Namun dua keluarga harus diungsikan ke rumah keluarganya sebab kondisi rumah mereka paling rawan dan terancam jika ada longsor susulan.
Asep mengungkapkan, wilayah tersebut memang masuk dalam zona merah bencana longsor di Cianjur. Kondisi tanah yang labil membuat hujan yang mengguyur selama beberapa jam bisa memicu longsor.
“Girimukti dan desa lain di sekitarnya masuk dalam zona merah, makanya warga diimbau agar selalu waspada, sebab sewaktu-waktu bisa terjadi bencana.”
Dia mengaku belum akan melakukan relokasi terhadap warga di sana, pasalnya perlu ada rekomendasi dari Badan Geologi untuk menjalankan relokasi penduduk dari wilayah rawan longsor.
“Untuk Desa Girimulya Kecamatan Cibeber itu memang sudah keluar rekomendasinya, sehingga langsung kami tindak lanjuti. Kalau kampung yang sekarang longsor juga mengkhawatirkan kondisinya, pastinya akan direlokasi, tapi kami akan koordinasi dulu dengan Badan Geologi,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments