Ini Alasan Mengapa Warga Cianjur Diminta Berzakat Melalui Baznas

0
209
ZAKAT FITRAH

CIANJUR, patas.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cianjur menargetkan Ramadan tahun ini bisa mengumpulkan zakat fitrah hingga Rp 20 miliar. Optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pun dilakukan agar warga mau berzakat melalui Baznas.

Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, Yosep Umar, mengatakan bahwa di Cianjur terdapat 2,3 juta penduduk dengan persentase umat Islam lebih dari 80 persen atau sekitar 1,8 juta. Untuk tahun ini, ditargetkan umat Islam yang berzakat melalui Baznas sebanyak 48 persen atau 1,2 juta orang.

“Jadi tidak bisa sekaligus ditargetkan 100 persen umat Islam di Cianjur berzakat melalui Baznas. Harus ada prosesnya. Tahun lalu juga ada 42 persen, sekarang naik jadi 48 persen dan ke depan mungkin bisa sampai 100 persen,” kata dia saat ditemui di kantornya, Selasa (6 Juni 2017).

Dari target 1,2 juta penduduk yang berzakat fitrah di Baznas dengan rata-rata membayar zakat berupa uang sebesar Rp 30 ribu untuk warga menengah ke bawah atau Rp 50 ribu untuk menengah ke atas, Yosep berharap akan terkumpul zakat fitrah sebanyak Rp 18-20 miliar.

“Ketentuannya sekarang, dengan nilai zakat 2,5 kilogram beras itu Rp 30 ribu untuk beras kualitas standar dan Rp 50 ribu untuk mereka yang mengonsumsi beras kualitas satu. Jadi disesuaikan dengan kondisi keuangan, yang kaya berzakatlah dengan yang kualitas berasnya terbaik atau jika diaungkan Rp 50 ribu.”

Yosep mengaku tidak mudah untuk mengejar target 100 persen. Bahkan untuk tahun lalu dengan target Rp 15 miliar, hingga akhir Ramadan hanya tercapai Rp 10,8 miliar.

Hal itu dikarenakan banyaknya warga yang menganggap berzakat secara langsung kepada mustahik lebih baik dibandingkan kepada Baznas. Padahal menurut Yosep, berzakat langsung tidak bisa dipastikan yang diberi zakatnya masuk dalam golongan layak menerima zakat, dan belum tentu menerima secara sempurna.

“Baiknya melalui Baznas, sebab dana zakat dikumpulkan untuk nantinya disalurkan. Mereka yang memang benar-benar tidak mampu bisa mendapatkan prioritas. Pembagiannya juga sudah jelas sebab berdasarkan data.”

Yosep menuturkan bahwa¬†pengumpulan zakat biasanya mulai ramai di pekan ketiga Ramadhan, namun tidak sedikit juga yang mulai berzakat sejak awal Ramadhan. “Kami harap saat pengumpulannya nanti bisa maksimal melalui Baznas,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments