Oom Menderita Stroke di Rumah yang Hampir Roboh

0
286

CIANJUR, patas.id – Bau tak sedap akan meruap begitu memasuki salah sat‎u kamar dari rumah di Kampung Babakan Cikukulu RT 01/RW 08 Desa Nagrak Kecamatan Cianjur. Adalah Oom (90 tahun), pemilik dari rumah yang bagi sebagian orang jauh dari kata layak untuk ditinggali.

Di kamar berbau tak sedap itu, Oom sehari-hari beristirahat menghabiskan masa tuanya. Namun, bukan hanya kamar berbau tak sedap, rumah yang ditinggali Oom pun masuk kategori rumah tak layak huni.

Bagaimana tidak, atap rumah tersebut sudah mulai ambruk dengan langit-langit dari bilik yang sudah hampir lepas dari tempatnya. Lantai dari kayu pun sebagian besar sudah ‎lapuk, reyot, dan patah. Jika tak hati-hati saat berjalan, sudah pasti akan terperosok ke bagian bawah rumah, sebab rumah itu masih berbentuk rumah panggung.

‎”Ya begini kondisi rumah Ema (ibu, red). Harus hati-hati, biar gak jatoh. Atapnya juga sudah banyak yang bocor,” ungkap Solihah (45 tahun) anak kelima Oom.

Kondisi rumah Oom yang sudah ia tinggali selama 17 tahun tersebut mulai rusak sepuluh tahun lalu. Namun lantaran masih mampu untuk jadi buruh, sedikit-sedikit Oom bisa memperbaiki kerusakan rumahnya.

Namun, dalam dua tahun terakhir, ibu dari tujuh orang anak itu mengidap stroke yang membuat sejumlah anggota tubuhnya tak bisa difungsikan secara normal. Tangan kanannya pun sudah kaku, bahkan terasa sakit jika digerakkan.

Saat patas.id mendatangi rumahnya, Oom nampak tengah terkulai lemas di atas kasur busa yang dikelilingi bantal kapuk. Tubuhnya terlihat begitu kurus, hanya menyisakan kulit dan tulang. Tak heran jika kamar tersebut berbau tak sedap, sebab aktivitas buang air kecil, buang air besar, hingga mandi dilakukan Oon di kamarnya.

Akivitas sehari-hari yang melibatkan air dan membasahi bagian lantai kayu membuat kondisi lantai kayu rumah tersebut cepat lapuk. Tentunya hal itu semakin memperburuk kondisi rumah tak layak huni tersebut.

“Sudah diganti ini, lantai yang dikamar Ema. Tapi kena basah terus kan, jadi cepat rusak. Ema kan nggak bisa dibawa ke WC, jadinya di kamar terus. Makanya sampai bau ini kamarnya.”

Beti Fatimah (41 tahun), menantu Oom, menuturkan bahwa rumah mertuanya yang berjarak lebih kurang 200 meter dari Mapolres Cianjur itu memang dalam kondisi yang memprihatinkan dan harusnya sudah lama direnovasi. Sayangnya, anak-anak Oom juga tidak bisa membantu, sebab kondisi ekonomi mereka juga sangat terbatas. Akibatnya Oom harus terus hidup dalam kondisi rumah tidak layak, mungkin sampai akhir hidupnya.

“Mau bantu renovasi, anak-anaknya juga sama susah. Kan sudah pada tua juga, jadi anak-anaknya juga sudah sakit-sakitan, buat berobat juga pas-pasan, makanya nggak bisa ngasih. Ya, kalau ada yang mau bantu, pastinya kami sangat berterima kasih, supaya Ema tidak tinggal di rumah yang seperti ini,” kata dia. (isl)

Comments

comments