Antisipasi Rawan Pangan, TNI Bantu Sosialisasikan Keluarga Berencana

0
265

CIANJUR, patas.id – TNI bakal ikut berpartisipai menyukseskan program keluarga bencana di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan dilaunchingnya gerakan Pencanangan Bakti TNI KB Kesehatan Terpadu‎ di Pendopo Cianjur, Selasa (23 Mei 2017).

Danrem 061 Suryakencana, Kolonel Inf Mirza Agus, menuturkan bahwa gerakan pemaksimalan program Keluarga Berencana dengan dua anak lebih baik merupakan upaya untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk.

“Indonesia sekarang peringkat keempat penduduk terbanyak di dunia dengan 257 juta penduduk. Ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Masih banyak orang tua yang memiliki anak lebih dari dua,” ujarnya.

Menurutnya, laju pertumbuhan yang tinggi akan berdampak pada berbagai hal, mulai dari ketersediaan pangan, ekonomi, dan keamanan akibat konflik di antara penduduk.

“Ketika laju pertumbuhan tinggi tapi ketersediaan pangan terbatas, akan terjadi perebutan pangan. Kita sebagai warga di daerah garis Katulistiwa yang subur dan jadi lumbung pangan akan menghadapi rawan konflik perebutan pangan. Makanya digalakkan gerakan‎ KB ini.”

Secara teknis, program yang merupakan kerjasama dengan instansi pemerintah daerah akan dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) sebagai penyuluh di lapangan. Mereka akan jemput bola untuk menyadarkan warga pentingnya KB.

“Nanti para Babinsa akan bekerja sama dengan petugas dari instansi pemerintah. Ketika ada program seperti di Cianjur, yakni Ngawangun Lembur, mereka akan masuk dan terlibat unuk membantu menyosialisasikan.”

Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A), Esih Sukaesih, memaparkan bahwa dalam gerakan KB bersama TNI, ada 1.800 akseptor yang mengikuti program KB. Sebanyak 345 di antaranya melakukan pemasangan alat kontrasepsi di Pendopo Cianjur.

“Ada juga yang menjalani program KB di setiap Koramil. Gerakannya serentak sebanyak 1.800 akseptor.”

Esih menungkapkan, ‎keberhasilan program KB di Cianjur ialah 70 persen dari usia dini. Dia mengaku perlu kerja keras untuk meningkatkan kesadaran warga mengikui KB, sebab ekonomi dan pemahaman warga yang masih rendah menjadi faktor masih banyaknya yang tidak ikut KB.

Di Cianjur, daerah yang paling rendah kesadaran KB-nya ialah Kecamatan Campakamulya. Namun di sana sudah dibentuk sejumlah kampung KB untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap KB.

“Kami akan upayakan terus menyedarkan pentingnya Kb. Tentu dengan adanya keterlibatan TNI, program ini bakal lebih maksimal,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments