Layakkah Cianjur Disebut Kota Ramah Anak?

0
273

CIANJUR, patas.id – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan (DPPKBP) Kabupaten Cianjur mengklaim Cianjur sudah cukup untuk menjadi Kota Layak Anak, meskipun fasilitas atau sarana belum sepenuhnya tersedia di setiap tempat.

Sekretaris DPPKBP Kabupaten Cianjur, Iwan Rahmawan, mengatakan bahwa Cianjur sudah memiliki Puskesmas, sekolah, RSUD, dan fasilitas lainnya yang ramah anak. Bahkan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur juga telah memaparkan permasalahan yang dialami anak serta penanganannya.

“Cianjur juga sudah punya trotoar yang aman, penyeberangan yang ramah anak juga. Jadi keselamatan anak diutamakan, makanya sudah bisa masuk dalam kota ramah anak.”

Menurutnya, dalam administrasi yang dikirimkan dan pengisian poin, Cianjur mendapatkan nilai 802. Nilai tersebut dinilai tinggi yang juga berhasil diraih oleh beberapa kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

“Namun pengisiannya tidak asal untuk administratif, kami bisa buktikan sarana yang tersedia.”

Iwan mengakui, jika sarana yang tersedia belum menyebar di setiap wilayah, namun ke depan pastinya setiap daerah dan fasilitas lainnya diberikan agar lebih ramah anak.

Dia juga menambahkan, selama awal tahun terjadi sejumlah kejadian pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak, namun kejadian di Cianjur dinilai lebih rendah dibandingkan daerah lain sehingga masuk penilaiuan tinggi dari kementerian.

“Memang perlu kerja keras lagi, setelah mendapatkan predikat kota ramah anak, pastinya ada langkah lain untuk memperbanyak sarana dan prasarana agar Cianjur semakin jadi tempat yang aman dan layak bagi anak-anak.”

Kepala Bidang Advokasi dan Penanganan Perkara P2TP2A Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, menuturkan, dengan Cianjur yang sudah mulai masuk jadi daerah layak anak, perlu ada beberapa hal yang lebih diperhatikan, terutama pemenuhan hak-hak bagi anak.

“Masih perlu adanya dorongan agar anak mendapatkan seluruh haknya, mulai dari hak pendidikan, hidup, tumbuh kembang, kesehatan, bermain dengan aman dan nyaman, hak menerima dan mengeluarkan pendatat, serta hak mendapatkan kasihsayang,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments