Meninggal dalam Perjalanan ke RSHS, Korban Horor Ciloto Jadi 12 Jiwa

0
231

CIANJUR, patas.id – Korban meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan maut di Ciloto Kecamatan Cipanas bertambah satu orang. Dengan begitu, jumlah korban meninggal menjadi 12 orang dari semula 11 orang.

Kasubditgakum Polda Jawa Barat, AKBP Matrius, mengatakan bahwa korban luka berat yang meninggal tersebut ialah Titin, penumpang angkutan umum. Sebelumnya, Titin dirawat intensif di RSUD Cimacan dan dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung karena kondisinya yang semakin memburuk.

“Saat di perjalanan, Titin meningal dunia lantaran kondisinya yang terus melemah. Dia penumpang angkum.”

Ditemui di lokasi kecelakaan, Matrius menuturkan bahwa empat korban luka berat lainnya masih dalam penanganan medis di masing-masing rumah sakit rujukan. Salah satunya adalah Hanifah (35 tahun) yang sedang mengandung pun masih ditangani secara intensif di RSHS Bandung.

“Keempat korban luka berat masih dirawat, kami harap kondisnya bisa membaik.”

Sementara itu, pasien luka ringan akibat kecelakaan lalulintas di Ciloto Kabupaten Cianjur yang dirawat di RSUD Cimacan, sudah dipulangkan berangsur-angsur sejak semalam.

Hingga Senin, Senin (1 Mei 2017) pagi, hanya tinggal seorang pasien yang masih dirawat. Dia adalah Iim Ibrahim (40 tahun), warga Kampung Balakang Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, yang merupakan sopir angkum jurusan Cipanas-Ciloto.

Semua jenazah sudah diambil oleh keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Kelima korban luka berat juga sudah dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Bandung dan Jakarta.

Sementara di ruang Anggrek kelas 2 RSUD Cimacan, Iim masih terbaring lemas, di sekitar mata kirinya juga tampak parut 12 jahitan. Dia mengaku terus-terusan merasa pusing.

“Tidak ingat bagaimana kejadiannya. Saya bawa tiga penumpang, dan tiba-tiba ada yang menghantam sampai angkum terguling,” ujarnya. (isl)

Comments

comments