Apa Kata BULOG Soal Rastra Kuning dan Tak Layak Konsumsi?

0
261

CIANJUR, patas.id – Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Kantor Perum Bulog Subdivre Cianjur. Hal itu dilakukan lantaran banyaknya keluhan mengenai kualitas beras untuk rakyat sejahtera (Rastra) yang dibagikan di tahun ini, yang telah menguning dan dinilai tak layak konsumsi.

“Kami dapat informasi dari warga jika Rastra yang dibagikan kondisinya sudang menguning, tidak seperti beras pada umumnya. Kondisinya juga tidak layak kondumsi,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Yedi Riswandi di sela kegiatan, Senin (3 April 2017).

Dalam sidaknya, Komisi II langsung diterima oleh Kepala Perum BULOG Subdivre Cianjur, Rizaldi. Tampak anggota Dewan yang ikut sidak melontarkan beberapa pertanyaan terkait pengelolaan Rastra dan pola penyimpanannya sehingga di lapangan bisa didapati beras dengan kondisi tersebut.

Yedi menuturkan, BULOG harus lebih selektif dan memeriksa kembali kualitas Rastra yang dibagikan, sehingga warga yang mendapatkannya tidak dikecewakan dengan kualitas yang sekarang diterima.

“Walaupun dalam aturannya bisa ditukar kalau berkutu, berkapur, dan tidak layak, itu tidak bisa dilakukan oleh semua warga. Mungkin warga di perkotaan mudah menukar, tapi yang di wilayah selatan kan susah. Makanya harus dicek dulu supaya yang dibagikan berkualitas.”

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Subdivre Cianjur, Rizaldi mengungkapkan, Rastra di gudang selalu dijaga dan dirawat, mulai dari fumigasi selama tiga bulan sekali dan penyemprotan sebanyak sekali dalam sebulan. “Perawatan pasti dilakukan. Gudang kami juga sudah sesuai standar. Jadi kalau urusan kualitas bisa dijamin,” tuturnya.

Namun, dia tidak menampik jika ada Rastra yang belum lama ini dibagikan, menguning. Pasalnya, Rastra tersebut disimpan dalam waktu yang cukup lama. Apalagi, pagu baru keluar pada akhir Februari, sehingga yang seharusnya didistribusikan pada Januari, menjadi tertunda selama dua bulan.

Hal itu, menurutnya, diperparah dengan keberadaan stok beras dari daerah lain yang dipindahkan atau dibagi untuk memenuhi kebutuhan Rastra di Cianjur yang merupakan daerah penerima Rastra paling banyak di Indonesia.

“Rastra yang kini dibagikan sudah disimpan sekitar enam bulan, karena pagunya terlambat. Selain itu banyak juga Rastra di Cianjur yang merupakan stok dari daerah lain, mungkin di sana sudah di simpan lama, ditambah dengan lama penyimpanan di Cianjur. Makanya mungkin saja ada yang menguning.”

Menurut dia, sebelum pendistribusian, Bulog juga terlebih dulu memeriksa kondisi Rastra. “Sudah melalui tahap pemeriksaan, tapi mungkin saja ada yang terselip atau terlewat dari pemeriksaan,” ucapnya.

Dia menambahkan, ketika ditemukan beras dengan kondisi tersebut, pihaknya siap mengganti dengan kualitas yang lebih baik. “Kalau ditemukan yang seperti itu, silakan tukar. Itu sudah prosedurnya. Tapi setelah distribusi, tidak ada yang mengajukan penggantian. Sosialisasinya sudah sejak lama, jadi sudah pasti seluruhnya tahu. Apalagi program ini berjalan belasan tahun. Namun kami pastikan ke depan akan lebih baik lagi,” tutupnya. (isl)

Comments

comments