Ridwan Kamil Delarasikan Diri Maju dalam Pilgub 2018

0
287

BANDUNG, patas.id – Walikota Bandung Ridwan Kamil secara resmi mendeklarasikan diri siap maju dalam Pemilihan Gubernur 2018, Minggu (19 Maret 2017), di Lapangan Tegelega Bandung. Dalam deklarasi tersebut, Emil menyapa warga, dielu-elukan ribuan pengurus dan simpatisan Partai NasDem, serta diarak naik sisingaan.

Selain Ridwan Kamil, Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan berlangsung pada 2018 telah mencuatkan banyak nama calon potensial seperti Dedi Mulyadi, Netty Heryawan, Bima Arya, hingga aktris Desy Ratnasari. Namun, untuk maju menjadi calon Gubernur Jawa Barat, sesuai peraturan KPU, seorang calon harus diusung oleh minimal 20 kursi legislatif berdasar hasil Pileg 2014.

Dengan begitu, hanya PDIP yang bisa mencalonkan Cagub sendiri tanpa koalisi, sementara partai lain harus berkoalisi untuk bisa mengusung Cagub-nya. Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat, mengiyakan hal tersebut.

“Untuk di Jawa Barat, syarat calon yang diusung parpol yakni 20 persen jumlah kursi di DPRD Jabar atau 25 persen perolehan suara parpol atau gabungan parpol. 20 persen itu berarti 20 kursi.”

NasDem yang menyatakan diri mendukung Ridwan Kamil tanpa mahar, hanya memiliki 5 kursi dalam legislatif. Jika ingin maju sebagai calon independen, Emil harus memenuhi syarat dukungan dari pemilik 15 kursi lainnya yang bisa saja berasal dari dari PDIP (20 kursi), Golkar (17 kursi), PKS (12 kursi), Demokrat (12 kursi), Gerindra (11 kursi), PPP (9 kursi), PKB (7 kursi), PAN (4 kursi), atau Hanura (3 kursi).

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Barat Saan Mustopa mengaku akan membuka komunikasi dengan partai-partai lain untuk berkoalisi mendukung Ridwan Kamil sebagai Cagub Jabar. Nama-nama yang disebut mulai Partai Hanura, PAN, PKB dan PPP. “Maka nanti menjadi 27 kursi,” harap Saan.

Sementara itu Gerindra dan PKS yang mendukung Ridwan Kamil dalam Pilkada Bandung 2013 masih belum menentukan sikap. Namun selain menyiapkan kadernya sendiri, partai PKS juga dikabarkan membidik sejumlah nama di luar partai untuk Pilgub Jabar 2018 seperti Wagub Jabar Deddy Mizwar, termasuk Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan kondisi riil dan ketokohan untuk Calon Gubernur Jawa Barat 2018 yang akan mereka dukung.

“Tentu kita lihat Deddy Mizwar dan juga Ridwan Kamil, kita lihat.”

Nama populis lain yang digadang-gadang maju sebagai dalam Pilgub Jabar 2018 adalah Bupati Purwakarta sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Namun, Dedi yang belum mendeklarasikan diri untuk maju dalam Pilgub, mengaku tidak menganggap Ridwan Kamil sebagai saingan.

“Saya tidak memandang bahwa dalam politik itu ada saingan. Kenapa harus disebut saingan? Faktanya, semua berbuat kebaikan kepada masyarakat, jadi ini bukan persaingan individu.”

Direktur Eksekutif Index Politica, Denny Charter, menyatakan bahwa dari banyak nama yang beredar dalam bursa Pilgub 2018, hanya Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil disebut sebagai yang paling banyak mengundang perhatian publik dan netizen karena sama-sama dianggap berhasil membangun daerah yang dipimpinnya.

“Keduanya punya citra positif.”

Index Politica mencatat, Share of Voice Ridwan Kamil adalah sebesar 33,74% disusul Dedi Mulyadi dengan 25,01%. Terkait sentimen pembicaraan di media sosial, Dedi Mulyadi unggul dengan angka 30,18;7.62, disusul oleh Ridwan Kamil di angka 15.47;5.12. Sebaran berita di media online yang tercatat dari keduanya pun terhitung berimbang dengan angka 41,05% untuk Ridwan Kamil dan 31,83% untuk Dedi Mulyadi.

Sementara itu Ridwan Kamil sendiri dalam sebuah wawancara dengan stasion televisi menyatakan dirinya telah melakukan sejumlah komunikasi politik dengan parpol, di antaranya PKS, Gerindra, PDIP, Hanura, NasDem, dan PPP. Namun baru NasDem yang terang-terangan mendeklarasikan dukungan kepada dirinya.

“Saya tidak membatasi komunikasi, mana aja yang cocok. Saya punya kekayaan yaitu karya nyata saya, kinerja, kredibilitas, modalnya itu aja kalo memang cocok. Plus, surveynya kan gak jelek-jelek amat.”

Terkait jabatannya sebagai walikota Bandung yang belum berakhir, Emil menjawab bahwa hal tersebut bukanlah masalah. “Bukan berarti besok akan ninggalin Bandung. Jabatan walikota Bandung itu berakhir bersamaan dengan Pilgub. Jadi, kalau saya maju jadi Gubernur Jawa Barat, tugas di Bandung tetap selesai selama 5 tahun,” ujarnya. (cho)

Comments

comments