3 Hari Pencarian Jasad Eko Hapsari Akhirnya Ditemukan

0
278

CIANJUR, patas.id – Setelah tiga hari pencarian, jasad Eko Hapsari (34 tahun) instruktur Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Universitas Pasundan (Unpas) Bandung yang terbawa arus Sungai Cisokan akhirnya ditemukan, Senin (13 Maret 2017).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan jasad Eko pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak memancing di Sungai Cisokan tepatnya di Gua Lalay Desa Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu. Saat ditemukan, kondisi jasad tersangkut ranting pohon.

“Kami terima laporan dari warga bahwa ada mayat yang tersangkut ranting pohon. Kondisi pohonnya memang melengkung ke arah sungai sehingga rantingnnya berada di permukaan air. Setelah diperiksa oleh petugas, ternyata itu memang jasad dari Eko.”

Menurut Asep, selama pencarian petugas berfokus pada Nusa 2 Kecamatan Mande. Namun ternyata jenazah berada di Gua Lalay yang berjarak 2 kilometer dari Nusa Dua. “Dihitung dari titik hanyutnya, jasad sudah terbawa sampai lebih dari empat kilometer,” kata dia.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dan selanjutnya di bawa ke Puskesmas Ciranjang. Namun tidak lama berada di puskesmas, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Cianjur, guna visum dan pemulasaraan untuk selanjutnya dibawa oleh pihak keluarga.

“Sekarang masih di IPJ RSUD Cianjur, menunggu untuk dibawa ke Bandung.”

Eko Hapsari pembina Mapala asal Bandung, dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Cisokan tepatnya di sekitar Curug Cidukuh pada Sabtu (11 Maret 2017) sore. Saat itu, Eko dan tujuh orang mahasiswa lainnya tengah melakukan pelatihan pencinta alam menyusuri Sungai Cisokan.

Usai melakukan arung jeram, tanpa mengenakan pelampung Eko langsung melompat ke dalam sungai yang di bagian bawah berarus deras. Selang beberapa saat masuk ke dalam sungai, Eko sempat terbawa arus hingga beberapa meter sebelum tubuhnya hilang tenggelam.

Dengan adanya kejadian tersebut, BPBD mengimbau agar setiap orang yang ingin melakukan arung jeram supaya lebih berhati-hati, terlebih kepada yang belum mengetahui kondisi air di lokasi yang akan diarungi. “Gunakan alat keselamatan, jangan menganggap sudah mahir berenang langsung begitu saja meceburkan diri ke sungai. Cisokan memang permukaannya tenang, tapi di dalamnya berarus deras. Kami harap semuanya berhati-hati lagi dan selalu menggunakan alat keselamatan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments