Longsor Lembah Koi, Mobil Tak Bisa Lewat

0
281

CIANJUR, patas.id – Tebing setinggi 15 meter longsor di Jalan Raya Cipanas tepatnya di Lembah Koi Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas, Kamis (2 Maret 2017) sore. Akibatnya kendaraan tidak bisa melintas dan kemacetan terjadi hingga beberapa kilometer.

Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, longsor tersebut terjadi akibat kondisi tebing yang sudah labil, ditambah juga hujan deras yang mengguyur Cianjur selama sepekan ini.

“Sekitar pukul 14.30 WIB terjadi longsoran. Sebelumnya Cianjur memang diguyur hujan deras sejak pukul 13.00 WIB,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman saat dihubungi melalui telepon seluler.

Menurut Asep, tebing setinggi 15 meter itu mengalami longsoran sepanjang 10 meter dan menutup seluruh badan jalan nasional tersebut. Tidak hanya material tanah, pohon yang berada di puncah tebing juga ikut terbawa longsor.

“Untuk material tanahnya hanya sebagian kecil, tapi ada pohon yang ikut terjatuh. Ukurannya cukup besar sehinga menutup badan jalan. Sebenarnya yang jadi penghambat arus itu pohon, bukan material tanahnya.”

Asep mengatakan, saat kejadian, jalur tersebut sedang sepi karena hujan, sehinga tidak ada korban luka apalagi korban jiwa. Namun akses yang tertutup membuat kemacetan terjadi sampai beberapa kilometer. “Hanya sepeda motor yang bisa melintas, itupun harus sangat hati-hati. Kalau mobil tidak bisa melintas dari kedua arah,” tuturnya.

Untuk membersihkan material longsoran, BPBD bekerjasama dengan Binamarga serta pihak kepolisian. Mobil pemadam kebakaran juga didatangkan ke lokasi untuk membersihkan material tanah agar jalan tak licin. “Sore ini bisa kembali normal. Yang penting kan mebersihkan material pohon yang tumbangnnya dulu supaya arus kembali lancar,” katadia.

Di samping menangani longsoran, ungkap Asep, BPBD juga tengah mendatangi dan melakukan pemantauan ke lapangan terkait pergerakan tanah di Desa Cirama Girang Kecamatan Cikalong Kulon karena terdapat 7 rumah yang mengalami keretakan akibat pergerakan tanah di desa tersebut. Pihaknya sedang melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah yang terancam.

“Kami antisipasi dini sebelum ada pergerakan tanah yang lebih besar lagi. Jika mebahayakan, warga tentu akan diungsikan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments