Abah Atin Terseret Arus Sungai Cikondang

0
239

CIANJUR, patas.id – Atin Suprihatin (55 tahun) tewas terbawa arus Sungai Cikondang Desa Cibeber, Selasa (21 Februari 2017) pagi. Arus sungai yang deras membuat warga sering hanyut, terlebih saat hujan deras mengguyur selama beberapa jam.

Berdasarkan informasi yang dihimpung patas.id, Abah Atin (panggilan Atin Suprihatin), warga Kampung Irigasi RT 03/RW 04 Desa Cikondang Kecamatan Cibeber tersebut hendak mencari kayu bakar ke hutan yang berada di seberang Sungai Cikondang.

Hujan yang mengguyur sejak kemarin (20 Februari 2017) membuat arus sungai menjadi deras. Namun karena sudah sering melintas sungai tersebut, Atin rupanya memberanikan diri untuk menyebrang. Sayangnya, arus sungai yang besar membuat Atin terseret hingga terbentur pada bagian kepada.

“Saya juga dapat informasi dari warga kalau Abah Atin terbawa hanyut, langsung bersama warga lainnya mencari. Katanya mah tersangkut kayu di sungai dan terseret arus, jadinya jatuh dan terbawa hanyut,” ujat Faturahmah (35 tahun), salah seorang warga sekitar.

Menurut Fatur, sekitar satu jam setelah kejadian, jasad Atin berhasil ditemukan 1 kilometer dari titik hanyut pertama. Warga dibantu TNI pun berupaya mengevakuasi jasad korban.

“Kami kan juga laporan ke Koramil. Tidak lama kemudian, ada informasi Abah Atin sudah ditemukan di dekat Kantor Koramil Cibeber. Hanyutnya sejauh satu kilometer, hanyutnya pukul 08.30 WIB, ditemukan pukul 09.30 WIB, tersangkut di pinggir sungai. Memang karena arusnya deras, jadi terbawa cukup jauh.”

Sementara itu Kepala Desa Cikondang, Yana Mulyana, mengungkapkan bahwa kejadian warga hanyut ini bukan yang pertama kali terjadi. Sepanjang 2016, sedikitnya terdapat 10 orang yang tewas terbawa hanyut di Sungai Cikondang. “Memang banyak, dan di tahun ini abah Atin jadi korban pertama. Sepertinya Abah Atin ini terbentur batu dulu, kemudian hanyut. Karena ada luka yang mengeluarkan darah di kepalanya. Saat ini jenazah sudah dievakuasi.” (isl)

Comments

comments