Warga Kampung Munjul Resah dengan Aksi Tawuran

0
444
Puluhan pelajar melakukan tawuran dengan warga yang berada di Jalan. Abdulah Syafei, Gudang Peluru, Jakarta, Jumat (4/11/2015). Tawuran pelajar ini kerap terjadi hampir setiap siang hari.

CIANJUR, patas.id – Warga Kampung Munjul Desa Munjul Kecamatan Cilaku mengaku resah dengan sering terjadinya aksi tawuran pelajar Jalur Lingkar Timur, khususnya di wilayah tersebut.

Gunawan (35 tahun)‎ salah seorang warga Kampung Munjul, mengungkapkan bahwa jalur Lingkar Timur masih jadi lokasi yang sering digunakan untuk tawuran para pelajar SMK. “Biasanya tawuran terjadi setiap Jumat siang saat waktu Salat Jumat atau sore hari. Makanya ada yang kejadian penyabetan kemarin kan juga Jumat,” ujarnya saat ditemui di JLT.

Menurutnya, warga sudah resah dengan kejadian tawuran, apalagi kalau sampai menimbulkn korban luka atau korban jiwa. Dia juga mengaku takut jika ada warga sekitar yang jadi korban ketika ada kejadian tawuran.

“Sempat ada warga dari kampung lain yang kena sabetan senjata saat membubarkan. Makanya kalau ada yang tawuran segera kami bubarkan‎, daripada ada warga yang jadi korban.”

Gunawan berharap, kepolisian lebih mengintensifkan patroli, khususnya di jam bubar sekolah dan saat Jumat. “Memang ada patroli, tapi paling hanya selewat. Inginnya lebih sering, supaya yang tawuran ini bisa segera dibubarkan sebelumnya,” kata dia.

BACA: Pulang Rayakan Ultah Temannya, Siswa SMK Diclurit

Seperti yang diberitakan sebelumnya, M Muslim (17 tahun) meninggal dunia dengan kondisi yang memprihatinkan. Siswa kelas II SMKN 1 Cilaku ini terkena sabetan celurit oleh siswa sekolah lain saat pulang dari perayaan ulang tahun temannya. (isl)

Comments

comments