Jembatan Kubang-Sukamahi Siap Dibangun untuk Bantu Warga

1
408

CIANJUR, patas.id – Selama puluhan tahun, warga dua desa di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, dipisahkan Sungai Cihajere selebar kurang lebih 30 meter. Untuk melintasi sungai tersebut, warga Desa Kubang dan Sukamahi harus berbasah-basah menyeberang sungai karena tidak ada jembatan penyeberangan.

“Kalau air sungai besar atau meluap, otomatis jalur transportasi warga lumpuh. Anak-anak tidak bisa sekolah, demikian juga warga yang hendak bepergian,” ujar Kepala Desa Kubang, Husen Suhendi, Jumat (17 Februari 2017). Menurutnya, setiap hari ada ratusan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, hingga pondok pesantren. Mereka harus siap berbasah-basah menyeberangi sungai dengan kedalaman hingga paha orang dewasa.

“Kalau banjir mah, air meluap hingga ketinggian 3 meter. Sawah di pinggir sungai juga terendam.”

Husen menambahkan, lokasi penyeberangan cukup lebar karena berada di pertemuan dua sungai, yakni Sungai Cihajere yang memisahkan Desa Kubang dengan Desa Sukamahi serta Sungai Cibeet yang memisahkan dengan Kabupaten Bogor.

Kondisi serupa itu mengundang keprihatinan berbagai pihak. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, Tb Mulyana Syahrudin, langsung datang ke lokasi untuk meninjau kondisi tersebut, bersama petugas dari Cabang Dinas PUPR Kecamatan Pacet untuk mengukur bakal lokasi jembatan.

“Kondisi darurat seperti ini harus segera mendapatkan perhatian. Kami akan komunikasikan dengan Pemkab Cianjur agar segera membangun jembatan di sini,” ujarnya prihatin. Bahkan, menurut Mulyana, jika anggaran Pemkab belum bisa direalisasikan dengan segera, DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur siap membantu membangun jembatan sementara.

“Bisa dengan jembatan gantung atau rawayan sebelum tersedia anggaran untuk membangun jembatan permanen. Pokoknya ada jembatan untuk membantu mobilitas warga dua desa tersebut melintas.”

Jembatan gantung yang akan dibangun diperkirakan akan memiliki panjang sekitar 30-40 meter dengan lebar 1,5 meter. “Anggarannya sekitar Rp 400 juta,” imbuhnya. “Sementara kalau jembatan permanen dengan lebar 3 meter agar bisa dilalui kendaraan anggarannya sekitar Rp 2 miliar.”(daz)

Comments

comments