Jempatan Tua Putus, 28 Delapan Pelintas Jatuh

0
234

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 28 orang terjatuh dalam peristiwa jembatan putus di Kampung Pajagan Desa Salamnunggal Kecamatan Cibeber, Senin (12 Desemer 2016) siang. Umur jembatan yang sudah tua dan beban yang terlalu berat membuat tali jembatan putus.

Sukandar Sudirhap, salah seorang tokoh warga Desa Sukarama, mengungkapkan, para koran tersebut baru selesai berziarah ke salah satu makam tokoh agama di Desa Sukarama. Namun saat melewati jembatan, tiba-tiba tali jembatan terentang dan putus.

“Semuanya langsung terjun ke Sungai Cisokan yang mengalir di bawahnya. Ada tiga korban, satu luka berat dan dua lainnya luka ringan,” ungkap Sukandar seraya berkisah bahwa warga dari dua desa yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi dan menyelamatkan para korban. Pasalnya dikhawatirkan ada koran yang terbawa hanyut.

“Jembatannya melintas di Desa Sukarama dan Desa Salamnunggal. Korban luka berat langsung dibawa ke Puskesmas, sampai sekarang (sekitar pukul 14.30 WIB) masih belum sadarkan diri.”

jembatan-putus
Kondisi jembatan tua yang menghubungkan Desa Sukarama dan Desa Salamnunggal usai terputus.

Kepala Desa Salamnunggal, Endang, mengatakan bahwa para mayoritas korban merupakan siswa SD dan SMP asal Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber. Mereka melalui jembatan yang biasa dijadikan jalan pintas tersebut.

“Memang biasanya dipakai jalan pintas menuju Desa Sukarama. Soalnya kalau menempuh jalan jalan memutar bisa menghabiskan waktu satu jam lebih, sementara lewat jembatan hanya beberapa menit. Korban adalah siswa-siswa yang selesai ziarah. Sebelum UAS, memang banyak yang ziarah ke sana (Sukarama).”

Endang mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun sejak 10 tahun lalu, dan hingga saat ini belum pernah diperbaiki. “Memang sudah tua, belum direnovasi. Rencananya awal 2017 akal diperbaiki tapi keburu ada insiden.”

Namun, menurutnya, putusnya jembatan juga dikarenakan beban yang terlalu berat. Pasalnya jembatan yang seharusnya dilalui maksimal oleh empat orang, secara bersamaan dilintasi oleh 28 orang. “Biasanya ada yang jaga, tapi kebetulan sedang memperbaiki sesuatu di dekat sungai. Harusnya penyeberang juga sadar, jangan melintasi jembatan tua 20 orang lebih sekaligus.”

Jembatan Sukarama-Salamnunggal untuk sementara akan ditutup hingga selesai diperbaiki. “Pastinya ditutup, dalam waktu dekat akan diperbaiki sebab itu jalan pintas bagi warga,” pungkas Endang. (isl)

Comments

comments