Pendapatan Zakat Cianjur Menurun Dibanding Tahun Lalu

0
185

CIANJUR, patas.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ‎Kabupaten Cianjur menargetkan pendapatan zakat meningkat 10 persen tahun depan. Program penuntasan kemiskinan akan menjadi prioritas utama penyaluran.

Ketua Baznas Kabupaten Cianjur, Yosep Umar, menjelaskan untuk tahun ini jumlah muzakki (pemberi zakat) sebanyak 9.236 jiwa, meningkat sebesar 13,10 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 836.224 jiwa‎. Namun peningkatan jumlah muzakki tersebut tidak dibarengi dengan jumlah pemasukan zakat sebesar Rp 4.204.934.634,- yang menurun 17 persen dibandingkan 2015.

Prosentase muzakki zakat fitrah di tahun ini dengan pemasukan nominal Rp 11.044.649.791,- pun menurun 0,0947 persen dibanding tahun lalu tetapi secara nominal naik 5,52 persen. Sementara itu infaq dan shadaqah mencapai nilai Rp 1.828.396.614,- dari 924.616 jiwa, menurun sebesar 6,681 ‎persen untuk pemberi infaq dan 3,35 persen untuk nominal yang diraih dari tahun lalu.

“Total pengumpulan ZIS tahun ini mencapai Rp 17.080.981.039,- dengan muzakki sebanyak 1.770.076 orang. Untuk tahun depan kami ingin tingkatkan 10 persen dengan jumlah pebayar zakat sebanyak 1.917.366 jiwa,” ujar Yosep usai rapat kerja di Gedung Assakinah, Senin (28 November 2016).

Menurutnya, Baznas akan lebih mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan dalam mencapai targetan tersebut. Di samping itu, UPZ juga akan diberdayakan dalam pendataan penerima bantuan sarana keagamaan, serta bantuan tanggap darurat bencana.

“Melalui zakat ini kami juga berupaya membantu program Pemkab Cianjur dalam mengentasakn kemiskinan.”

Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar mengatakan dengan adanya kesadaran untuk berzakat dan berinfaq, para warga yang tidak mampu bisa terbantu dan kestabilan ekonomi terwujud. Di samping itu, pembinaan dan peberdayaan penerima zakat diharapkan bisa membuat mereka bngkit dari kemikinan.

“Jika sebelumnya jadi penerima, ke depan tentu harus bisa menjadi pemberi zakat. Caranya dibantu secara ekonomi untuk membuka usaha, dan itu bisa turut menuntaskan kemiskinan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments