Jembatan Selam Terputus Diterjang Luapan Citarum

0
245

CIANJUR, patas.id – Jembatan selam di Kampung ‎Bantarcaringin Desa Cihea Kecamatan Haurwangi putus setelah diterjang luapan Sungai Citarum akibat dibukanya pintu air Bendungan Saguling, Sabtu (12 November 2016) pagi.

Untuk diketahui, pintu air bendungan Saguling dibuka sejak Kamis (10 November 2016) malam. Hujan deras yang terus mengguyur setiap hari membuat volume air di bendungan tersebut terlalu tinggi sehingga dibuka agar tidak memberikan dampak yang lebih buruk.

Komariah (49 tahun), salah seorang warga, mengatakan bahwa dibukanya pintu air selama dua hari membuat kondisi jembatan selam yang membentang di atas Sungai Citarum di Kampung Bantarcaringin terputus.

“Dari malam juga sudah tergerus, tapi pagi hari terjadi puncaknya. Seluruh bagian jembatan putus.”

‎Menurutnya, saat ini warga masih bertahan di rumahnya masing-masing, sebab masih ada jarak antara batas luapan ke wilayah pemukiman penduduk, sekitar 30 meter. Meskipun pada malam hari, warga terus bersiaga jika sewaktu-waktu air naik.

“Memang warga merasa khawatir, makanya setiap malam ada yang jaga untuk memantau ketinggian air. Saya juga kalau malam pindah ke rumah sodara di kampung ‎sebelah. Sebab takut nanti terjadi banjir bandang ke rumah, apalagi kerasa juga ada gemuruh kalau malam hari.”

jembatan-runtuh1Kepala Urusan Keuangan Desa Cihea, Ali Nurdin, mengatakan putusnya jembatan tersebut diharapkan dapat menyetabilkan arus air agar tidak meluap ke pemukiman. Pasalnya, dalam beberapa kasus luapan air di kampung tersebut ‎diakibatkan jembatan yang membentuk bendungan saat volume air tinggi.

“Air kan masuknya ke saluran di bawahnya, sementara bagian atasnya membendung dan membelokkan air. Sebenarnya memang ‎ingin putus, sebab itu juga bukan jalan umum untuk warga tapi untuk proyek, warga ada jalan lain,” paparnya seraya menambahkan bahwa pihak pemerintah desa juga telah menghubungi BPBD untuk turut mengantisipasi adanya korban jiwa jika air terus meluap. Ratusan rumah juga masih terancam jika volume air meninggi.

“Kalau ke pemukiman di Cihea belum terendam, tapi di wilayah Bandung sudah mulai meluap ke pemukiman. ‎Kalau nanti sudah menyentuh ke pemukiman, kami akan evakuasi warga ke tempat aman,” tandasnya. (isl)

Comments

comments