Gabungan BPBD dan SAR Masih Mencari Korban Hanyut

0
254

CIANJUR, patas.id – Pencarian atas Nemsih (47 tahun) dan anaknya, Fitri (10 tahun)‎, warga Kampung Cigombong, Desa Padaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang hanyut terbawa arus Sungai Cigombong, terus dilakukan. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Cianjur dan SAR Bandung disebar ke tiga titik.

Selain menyisir dari hulu, tapi juga hilir sungai atau lebih tepatnya dari muara di Cikadu. “Tim dari Kantor SAR Bandung sudah tiba di Sindangbarang, dan rencana operasi SAR di hari kedua ini ada di tiga wilayah pencarian,” ujar Koordinator Humas dan Protokol Basarnas Bandung, Joshua Banjarmahor, saat dihubungi melalui telepon seluler.

Ketiga titik tersebut yakni, penyusuran darat dari tempat kejadian (Sungai Cigombong) hingga ke pertemuan Sungai Cikadea. Kedua, pertemuan Sungai Cigembong-Sungai Cikadea hingga pertemuan Sungai Cikadea-Sungai Cikadu. Ketiga, pencarian dilakukan mulai pertemuan Sungai Cikadea-Sungai Cikadu hingga ke Muara Sindangbarang dengan Samudra Hindia.

‎Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, tim yang diterjunkan akan melakukan pencarian yang difokuskan dari hilir sungai atau muara Cikadu.

“Jadi dibagi dua, yang satu dari hulu dan lainnya di hilir. Nanti bertemu di satu titik yang telah ditentukan.”

Menurut Asep, keberadaan korban tidak dapat ditentukan begitu saja, pasalnya banyak kemungkinan. “Bisa tersangkut di batu, bisa terbawa arus sampai muara dan kemungkinan lainnya. Maka dari itu disisir sedetail mungkin,” ujarnya.

Pencarian korban‎, baru dilanjutkan hari ini (16 Oktober) dari pagi sampai sore. “Semalam kami hentikan dulu pencarian karena cuaca dan gelap. Tentu kami juga berharap segera ditemukan,” pungkasnya.

Persitiwa yang menimpa Nemsih dan Fitri terjadi kemarin (15 Oktober) siang sekitar pukul 14.30 WIB saat kedua ibu-anak yang hanyut tersebut hendak kembali ke rumah mereka selepas bekerja di sawah. Saat menyeberang sungai Cigombong, arus tiba-tiba menjadi deras dan mereka hanyut. Dua orang dari keempat yang terbawa arus bisa menyelamatkan diri. Namun nahas, Nemsih dan Fitri terus terseret. (isl)

Comments

comments