Cianjur Akan Mengalami Musim Hujan Terpanjang

0
247

CIANJUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyatakan Cianjur akan mengalami musim hujan terpanjang, bahkan mencapai satu tahun lamanya. Akibatnya, bencana banjir dan longsor akan rawan terjadi, sehingga status siaga bencana tersebut akan kembali ditetapkan.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, mengatakan, munculnya badai La Nina si sejumlah wilayah berdampak tingginya intensitas hujan ke Cianjur, meski kini berdasarkan kalender musim sudah memasuki kemarau. Fenomena ini bisa dilihat dari masih turunnya hujan di Cianjur, bahkan hampir setiap hari.

“Memang seharusnya kemarau, tapi dampak El Nina membuat penguapan air tinggi. Dampaknya ke Cianjur, sehingga sering terjadi hujan,” ungkap Asep.

Menurutnya, kondisi ini akan terjadi hingga akhir tahun atau habisnya musim kemarau. Parahnya lagi, setelah itu Cianjur akan tetap diguyur hujan lantaran masuknya kembali ke kalender musim penghujan.

“Bisa dibilang ini musim hujan terpanjang, diperkirakan selama setahun setengah atau hingga pertengahan 2017, hujan akan terus mengguyur Cianjur.”

Kondisi tersebut membuat Cianjur berada dalam kondisi rawan bencana. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kejadian longsor dan banjir terjadi seperti di Cidaun, bahkan kemarin terjadi di Cipanas (di Pintu II Kebun raya Cibodas) hingga menyebabkan satu orang korban tewas dan beberapa luka-luka.

“Bencana pasti sangat rawan, apalagi di sejumlah wilayah yang masuk zona merah longsor dan banjir.”

Asep menambahkan, pihaknya akan kembali menerapkan status siaga bencana banjir dan longsor. Namun hal itu baru dilakukan setelah pihaknya berkonsultasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Barat. Rencanana besok akan konsultasi, dan secepatnya status siaga banjir dan longsor akan kembali diterapkan,” tandasnya. (isl)

Comments

comments