Jokowi Bagikan 5.500 Lembar Sertifikat Tanah Gratis di Sukabumi

0
237

SUKABUMI, patas.id – Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 5.500 lembar sertifikat tanah gratis kepada warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis 31 Agustus 2017. Secara simbolis, Presiden Jokowi menyerahkannya kepada enam warga Kota Sukabumi dan enam warga Kabupaten Sukabumi. Pemberian sertifikat berlangsung di Lapang Soetadi Ronodipuro Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri, Jalan Bhayangkara, Kota Sukabumi.

“Hari ini seperti disampaikan Bapak Menteri (Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional) sertifikat ini diberikan kepada 5.500 warga Kota dan Kabupaten Sukabumi,” terang Jokowi dalam sambutannya, Kamis 31 Agustus 2017.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, papar Jokowi, tahun ini pemerintah sudah mengalokasikan anggaran cukup besar bersumber dari APBN untuk menyertifikatkan sebanyak hampir 5 juta lembar sertifikat tanah bagi warga di seluruh Indonesia dengan alokasi anggaran mencapai hampir Rp 2,5 triliun. Tahun depan, sertifikasi akan bertambah lagi menjadi 7 juta dan tahun selanjutnya lagi ditambah jadi 9 juta sertifikat.

“Pemerintah mengeluarkan anggaran untuk sertifikat ini gede sekali. Jika biasanya setiap tahun itu alokasinya untuk 400 ribu sertifikat, tapi tahun ini untuk 5 juta sertifikat.” 

Sertifikat merupakan bukti hukum sah atas kepemilikan tanah. Karena itu, Jokowi mengingatkan warga yang sudah mendapatkan sertifikat agar menjaganya dengan baik. Pasalnya, tak sedikit sengketa tanah terjadi karena masyarakat tidak memiliki bukti sah kepemilikan berupa sertifikat.

Ia mencontohkan seperti pernah terjadi di Jakarta, satu bidang tanah bisa dikuasai tiga orang yang saling mengklaim. “Tapi kalau ada sertifikat, mau apa? Tidak akan ada sengketa. Sekarang warga bisa tenang. Mau ada orang yang macam-macam lagi gak bakalan bisa apa-apa,” ujarnya.

Jokowi mengibaratkan mengantongi sertifikat sebagai memiliki mutiara. Keberadaannya harus betul-betul dijaga agar jangan sampai hilang atau rusak.

“Saya titip, sertifikat ini masukkan dalam plastik. Kalau misalnya di rumah genteng bocor saat hujan kan masih bisa aman. Jangan lupa difoto kopi. Satu taruh di laci, satu lagi di dalam lemari. Kalau hilang nanti bisa datang ke BPN sehingga mudah mencarinya. Terus jangan lupa juga, pemegang sertifikat harus hapal luas tanah dan semuanya.” 

Jokowi pun tak melarang warga yang sudah memegang sertifikat untuk mengagunkannya ke pihak perbankan. Tapi dia mengingatkan agar bisa mengukur diri seandainya mengagunkan sertifikat.

“Pinjam ke bank gak apa-apa. Tapi ingat, saya titip kalau ingin pinjam uang ke bank dihitung dulu, dikalkukasi dulu, bisa ndak membayar cicilannya? Ini harus hati-hati. Jangan sampai sertifikat diagunkan ke bank tapi gak bisa bayar, nanti sertifikatnya hilang,” pesan Jokowi.

Jokowi juga berharap pinjaman uang ke bank dengan agunan sertifikat harus bernilai produktif. Artinya, uang pinjaman itu jangan sampai digunakan untuk kebutuhan yang bukan prioritas.

“Misalnya pinjam ke bank sebesar Rp 200 juta, yang Rp 100 jutanya buat beli mobil. Ini gak boleh. Kalau mau, uang pinjaman itu digunakan untuk modal kerja. Nanti keuntungannya buat beli mobil,” tandasnya. (daz)

Comments

comments