Buron Sebulan, Dua Pelaku Pembacokan Akhirnya Ditangkap

0
269

CIANJUR, patas.id – Dua orang pelaku pembacokan berhasil dibekuk Polsek Karangtengah usai buron selama sebulan. Kedua pelaku ditangkap di kawasan Cilegon Banten.

Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin, mengatakan bahwa pihak kepolisian membutuhkan waktu cukup lama untuk menangkap AL (22 tahun) dan DA (22 tahun). Pasalnya, identitas kedua tersangka belum jelas usai kejadian berlangsung pada malam takbiran Lebaran, Minggu (25 Juni 2017).

“Mereka kabur usai kejadian. Jadi pihak kepolisian pun perlu melakukan pendalaman dan pengejaran selama sebulan penuh,” paparnya, Selasa (15 Agustus 2017).

Agus mengatakan, kasus bermula dari aksi saling ejek yang terjadi antara saksi, korban Endang Ridwan serta Risman, serta kedua tersangka. Kejadian tersebut berlangsung pada dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di kawasan Desa Sindanglaka, Kecamatan Karangtengah.

Saat itu, saksi dan korban yang berboncengan berpapasan dengan sekelompok anak muda yang sedang berkumpul. Salah satu tersangka, melontarkan umpatan yang kemudian dibalas oleh Risman.

“Setelah itu, para tersangka pun mengejar saksi dan korban yang kebetulan membawa speaker di motornya. Informasinya, mereka berusaha merebut speaker tersebut.”

Saksi dan korban melakukan perlawanan yang berakibat serangan dari para tersangka. Endang dan Risman sama-sama diserang menggunakan sebilah golok. Keduanya sempat menangkis, tapi akhirnya Risman dibacok hingga mengalami luka parah.

“Endang bahkan sempat dikejar sambil diteriaki bangsat oleh para tersangka. Tapi, akhirnya dia ditolong oleh pengendara motor sehingga bisa diselamatkan.”

Agus mengatakan, saat kejadian diduga korban dan tersangka dalam pengaruh minuman keras. Hal itu menyebabkan pihak kepolisian kesulitan mengungkap kasus yang terjadi beberapa bulan lalu tersebut.

“Atas kejadian tersebut, saksi dan korban mengalami sejumlah luka bacok dibagian kepala, tangan, patah gigi dan sejumlah luka sobek di bagian wajah. Kedua tersangka pun dijerat Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman lebih dari 7 tahun penjara,” ucapnya. (isl)

Comments

comments