Dari Kondisi Fisiknya, Suryo Dipastikan Bunuh Diri

0
273

CIANJUR, patas.id – Kapolres Cianjur, AKBP Arif Budiman memastikan jika Suryo Utomo (‎30) dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) yang ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun belum dipastikan alasan Suryo melakukan hal tersebut.

“Benar (meninggal akibat bunuh diri),” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Senin (15 Mei 2017).

Menurut Arif, berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan tim Forensik RSUD Sayang Cianjur, ‎terdapat luka dan patah tulang pada beberapa bagian tubuh Suryo yang mengakibatkan ayah dari seorang anak itu tewas.

Hasil autopsi itu menyebutkan bahwa pada bagian kepala ada luka terbuka tidak rata sampai dasar tulang kepala, tulang iga 1,2,3, dan 4 pada bagian kiri ‎patah, patahan tulang pada punggung kanan dan kiri, bagian paha kanan patah tertutup, serta ada resapan darah di bagian kepala dan dada.

‎”Selain itu, pada bagian tangan kiri, terdapat sayatan senjata tajam, terpatnya pada sisi atas tangan.”

Ditanya tentang motif bunuh diri Dosen muda yang baru beberapa tahun mengajar di ITB, Arif belum bisa menuturkan. “Untuk motif masih ditelusuri,” katanya.

‎Diberitakan sebelumnya, Jasad dariSuryo Utomo dosen Intitut Tehnologi Bandung (ITB) yang dilaporkan hilang ditemukan air Waduk Cirata Blok Merta tepatnya di Kampung Jagabaya Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang. Dosen School of Bussines Management (SBM) Institut Tekhnologi Bandung (ITB) iu dilaporkan hilang setelah mengantar ibunya ke Terminal Leuwi Panjang.

Pihak kepolisian menemukan mobil Toyota Vios warna silver dengan nomor polisi F 1031 DC, di sekitar Jembatan Cirata dengan kunci kontak tergantung. Setelah mencocokan dengan laporan orang hilang, mobil tersebut dipastikan milik Suryo Utomo sebelum dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

‎Usai mendatangi RSUD Cianjur, pihak keluarga Suryo Utomo (30 tahun) akhirnya mengakui bahwa jenazah yang ditemukan di sungai Cisokan tepatnya di Kampung Jayabaya Desa Sindangsari Kecamatan Ciranjang merupakan anggota keluarga mereka.

Keterangan itu diterima oleh pihak RSUD Sayang setelah pihak keluarga dari Dosen School of Bussines Management (SBM) ITB kembali datang ke Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) rumah sakit tersebut. Padahal, pada Sabtu (13 Mei 2017) malam, pihak keluarga belum mau mengakui jenazah tersebut merupakan Suryo yang hilang beberapa hari lalu di Ciranjang.

“Pihak keluarga sudah‎ menuturkan dan membenarkan jika jenazah itu Suryo. Dilihat dari pakaiannya dan ciri-ciri pada bagian tubuhnya. Istrinya yang mengungkapkan jika benar pakaiannya yang dikenakan Suryo ketika berangkat,” ujar Direis Rahmat Riana, Humas RSUD Sayang Cianjur.

Widanarto (62 tahun) paman Suryo Utomo, mengiyakan jenazah yang mengambang di Sungai Cisokan merupakan keponakannya. Ciri fisik meyakinkan pihak keluarga jika jenazah itu merupakan anggota keluarganya yang hilang beberapa hari lalu.

“Setelah berdiskusi dengan keluarga, ibu dan istrinya membenarkan jika jenazah itu Suryo. Semalam masih ragu karena jenazah sudah membengkak.”

Menurutnya, beberapa ciri yang ada pada jasad tersebut meyakinkan jika ‎itu merupakan Dosen ITB yang hilang beberapa hari terakhir. Di antaranya, kaos hitam bergambar kopi, bekas operasi pada dadanya, serta beberapa ciri lainnya. “Dari ciri itu, istri dan ibunya yakin jika itu merupakan Suryo,” pungkasnya. ‎(isl)

Comments

comments