Pengalaman Dedi Mulyadi Bermobil Bersama Jokowi

0
225
Dedi Mulyadi menemani Jokowi dalam mobil

PURWAKARTA, patas.id – Presiden Joko Widodo mengajak Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk menemaninya dalam satu mobil dalam perjalanan dari Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah Wanayasa menuju Purwakarta, Selasa (25 April 2017).

Menurut jadwal, sebenarnya Presiden Joko Widodo harus kembali ke Jakarta setelah menghadiri acara peringatan Isra Mi’raj di Cipulus Wanayasa. Namun, karena mendengar cerita Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi tentang Air Mancur Taman Sri Baduga, akhirnya Presiden Jokowi menonton air mancur terlebih dahulu sebelum kembali ke Istana Negara di Jakarta dan mengajak Dedi satu mobil dengannya.

Menurut pengakuan Dedi, sepanjang perjalanan tersebut selama satu jam tersebut, Presiden Jokowi banyak bertanya soal Jawa Barat pada dirinya.

“Di perjalanan dari Wanayasa ke Purwakarta banyak hal yang diobrolkan, terutama tentang Jabar. Pak Jokowi bertanya, bagaimana pemahaman Pak Dedi terhadap Jabar, Jabar itu terdiri dari apa saja, kebutuhan publiknya apa saja, apa yang disukai oleh rakyat Jabar, ya saya jawab semuanya, orang ditanya.”

Pada kesempatan tersebut Dedi juga menjelaskan visi misinya tentang Jawa Barat, termasuk kondisi Jawa Barat yang banyak diisi oleh masyarakat desa. Menurut Dedi, Jokowi memahami visi-misinya tersebut.

“Di mobil, saya cerita pengalaman membangun Purwakarta dengan anggaran kurang dari Rp 2 Triliun. Pak Jokowi bilang, Dedi itu orang desa ya, pantesan ngerti desa banget.”

Saat ditanya apakah percakapan tersebut juga menyinggung soal Pilgub Jabar 2018, Dedi hanya tersenyum namun enggan menjawab dengan rinci.

“Intinya ditanya mengenai Jabar, pengetahuan dan pemahaman terhadap Jabar, ditanya tentang berapa banyak desa di Jabar, berapa kecamatannya, kultur publiknya apa saja, produk unggulannya, visi yang dimiliki Jabar.”

Mendapat hujanan pertanyaan dari orang nomor satu di Indonesia tersebut, Dedi mengaku bisa menjawab dengan baik. “Bisa lah, orang kampung kayak saya masa enggak bisa. Orang kampung dan desa itu banyak pengetahuannya,” tambah Dedi. (daz)

Comments

comments