DPP Partai Golkar Instruksikan Kader Untuk Turun Bekerja

0
243
Poros Jabar Dedi Mulyadi

KARAWANG, patas.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar meminta seluruh kader Partai Golkar Jawa Barat untuk turun bekerja menyelami hati rakyat dalam waktu dua bulan mendatang. Hal itu, diinstruksikan langsung oleh Sekretaris Jendral DPP Partai Golkar Idrus Marham, Rabu (26 April 2017).

“Masih ada waktu dua bulan ini untuk turun ke rakyat jika ingin mendorong Dedi Mulyadi sebagai calon Gubernur Jawa Barat.”

Idrus mengatakan, untuk setiap Pilkada, Partai Golkar selalu memprioritaskan kader partai. Terlebih yang akan maju adalah pengurus partai. Untuk kasus Jawa Barat, partai Golkat sebenarnya dari awal mendorong Ketua DPD Jawa Barat untuk maju. “Makanya kita minta Dedi untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat,” tegasnya.

Akan tetapi, karena Partai Golkar ingin menang dalam Pilkada dan Pilgub yang akan datang, maka Partai Golkar akan mencari tahu aspirasi dan keinginan rakyat dan hal tersebut akan menjadi pertimbangan DPP Partai Golkar.

Untuk itu, Idrus mewajibkan seluruh jajaran Partai Golkar Jawa Barat yang menginginkan Dedi menjadi Gubernur Jawa Barat untuk turun ke rakyat untuk melakukan kerja partai.

“Jadi bukan hanya ketuanya yang bekerja. Tapi seluruh jajaran harus turun ke bawah untuk menyapa rakyat.”

Dengan bekerja total seperti itu, Idrus mempunyai keyakinan Partai Golkar akan mampu memenangkan Pilkada Jawa Barat yang akan datang. “Biarkan rakyat yang memilih atau memiliki aspirasi untuk Pilkada yang akan datang,” terangnya.

Akan tetapi, ia menambahkan, pada akhir Juli nanti ia akan menetapkan siapa yang akan didorong oleh Partai Golkar dalam Pilgub Jawa Barat, dengan mempertimbangkan aspirasi dan keinginan rakyat.

Bahkan, pihaknya saat ini sudah menggandeng sekitar tiga lembaga survey independen yang kredibel dan memiliki kualifikasi. Partai Golkar akan meminta mereka untuk bertanya kepada rakyat dalam survey untuk menentukan pasangan. Sehingga pihaknya akan melakukan simulasi juga yang akan ditentukan. “Dari sana kita akan dapatkan pemetaan, mulai dari peta dukungan, peta politik dengan simulasi pasangan yang ada,” pungkasnya. (daz)

Comments

comments