Dicurhatin Nelayan Ujung Genteng, Ini Solusi yang Dedi Mulyadi Beri!

0
289

SUKABUMI, patas.id – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memenuhi undangan warga Ciracap Kabupaten Sukabumi untuk menghadiri sebuah acara yang dihelat oleh warga setempat, Selasa (18 April 2017) malam. Tak lama setelah sampai di lokasi, inohong Sunda tersebut malah menerima curhatan dari para nelayan yang berasal dari Ujung Genteng.

Para nelayan tersebut mengeluh akibat musim paceklik yang tengah mereka alami. Beberapa diantara mereka bahkan mengaku tidak bisa menutup biaya operasional melaut sehari-hari. Hal ini dicurhatkan oleh Asep Jeka, Ketua Kelompok Nelayan Andalan, Ujung Genteng, yang mengeluhkan jumlah tangkapan ikan yang mereka peroleh, yang kian hari kian berkurang.

“Di sini sedang musim paceklik, Kang, kami mohon maaf sampai datang kemari karena mendengar ada Akang mau hadir, sekalian saja kami sampaikan ini semua. Kiranya, Kang Dedi ada solusi atas permasalahan yang kami hadapi.”

Menanggapi curhatan para nelayan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memaparkan bahwa di Kabupaten Purwakarta yang telah dia pimpin selama dua periode, terdapat sebuah skema program yang bisa menanggulangi kerugian yang diderita oleh para petani. Program tersebut bernama Asuransi Pertanian.

Program yang menggulirkan penggantian biaya operasional untuk para petani yang gagal panen tersebut dinilai Dedi dapat juga diterapkan kepada para nelayan dengan skema yang sama. Sehingga, meski nelayan tidak mendapat hasil tangkapan ikan, paling tidak, biaya operasional mereka bisa tertutupi dengan skema asuransi tersebut.

“Saya itu di Purwakarta ada Asuransi Pertanian. Kalau untuk nelayan, bisa juga tuh ada Asuransi Nelayan. Artinya, saat tangkapan melimpah dan uang didapat, bisa digulirkan untuk preminya, sehingga saat musim paceklik. Kalau untuk Purwakarta mah dibayarkan di APBD.”

Dedi juga mengatakan, di daerah Ujung Genteng terdapat banyak komunitas nelayan. Oleh karena itu, program Asuransi Nelayan ini dapat digulirkan secara swadaya oleh para nelayan sendiri untuk mendorong kemandirian usaha yang sedang mereka jalankan.

Selain itu, secara dukungan alam, Pantai Ujung Genteng, Sukabumi memiliki eksotisme yang jika diolah tidak akan kalah oleh suasana pantai yang sudah mapan dijadikan tempat wisata. Karenanya, Dedi mengusulkan agar Pantai Ujung Genteng dikelola oleh warga sekitar agar menjadi salah satu destinasi wisata andalan masyarakat Sukabumi, bahkan luar Sukabumi.

“Pantai ini kalau diurus pasti menarik. Apalagi sering ada Hajat Bumi, saya kira itu bisa menarik wisatawan untuk datang. Para istri nelayan kan bisa menjadikan ikan sebagai salah satu pilihan kuliner, itu bagus, lho! Tinggal masyarakat harus mau menjaga lingkungan,” solusi Dedi. (rud)

Comments

comments