Jenazah 3 Mahasiswa Itenas yang Hilang Seluruhnya Ditemukan

0
220

SUKABUMI, patas.id – Perjuangan gigih tim gabungan Search and Rescue (SAR) dalam menemukan 3 jenazah mahasiswa Itenas yang hilang tergulung ombak Ujung Genteng, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua korban pertama ditemukan Selasa (27 Desember 2016) kemarin, jenazah ketiga berhasil ditemukan Rabu (28 Desember 2016) sore.

Tiga mahasiswa Itenas yang hilang tergulung ombak tersebut masing-masing adalah Rendra Akbar Ibrahim (21 tahun), Bobby Irwanto Riyadi (22 tahun) serta Adnan Amirullah (21 tahun). Ketiganya hilang pada Senin (26 Desember lalu) sekitar pukul 08.10 WIB saat tengah bermain di tepi pantai Batununggal, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Menurut saksi mata, pada peristiwa terjadi, gelombang air laut sedang tinggi dan berbahaya. Salah satu korban yaitu Rendra Akbar Ibrahim, tergulung ombak dan terseret ke tengah laut. Dua korban lainnya berusaha menolong Rendra, namun malah ikut terbawa arus dan hilang.

Jenazah Adnan Amirullah warga Kiaracondong Bandung, ditemukan keesokan pada Selasa (27 Desember 2016) sekitar 100 meter dari lokasi kejadian, pukul 14.15 WIB kemarin. Satu jam kemudian, Tim SAR menemukan jenazah Rendra Akbar Ibrahim yang mengambang di perairan laut Cibuaya sekitar pukul 15.25 WIB, sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. Kedua jenazah langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Jampangkulon untuk divisum. Kondisi jenazah korban masih utuh, hanya terdapat luka sedikit karenat terseret arus.

Setelah mencari tanpa henti, jenazah Rendra Akbar Ibrahim akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR di Pantai Katapangcongdong atau 1,2 mil laut dari tempat kejadian, pada Rabu (28 Desember 2016) sekitar pukul 14.20 WIB. Usai dimandikan dan dikafani, jenazah akan langsung dibawa keluarganya untuk dimakamkan.

Operasi SAR tiga mahasiswa Itenas Bandung di pantai Pangumbahan ini melibatkan TNI Angkatan Laut, Satpol Air Polres Sukabumi, Basarnas Pos SAR Sukabumi, FKSD Kabupaten Sukabumi, Balawista, para sukarelawan, nelayan dan masyarakat. Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, Komandan Basarnas Pos SAR Sukabumi Aulia Solihanto menyatakan operasi SAR ditutup. (cho)

 

Comments

comments