Jembatan Tol Cisomang Retak dan Bergeser 53 CM

0
264

BANDUNG, patas.id – PT. Jasa Marga selaku pengelola jalan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), melaporkan kondisi jembatan tol Cisomang yang mengalami retak dan bergeser selebar 53 sentimeter kepada Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kamis (22 Desember 2016) kemarin.

“Telah terjadi pergeseran (deformasi) pada pilar kedua (P2) Jembatan Cisomang pada Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi), tepatnya di KM 100+700, yang sudah melebihi batas izin yang disyaratkan, namun demikian vibrasi jembatan tersebut masih dalam ambang batas aman.”

Laporan tersebut segera dilanjutkan KKJTJ kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diiringi saran bahwa perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan jembatan Cisomang. Dengan pertimbangan tersebut, Menteri PUPR menyetujui saran KKJTJ untuk membatasi beban lalu lintas yang diizinkan melalui Jembatan Cisomang.

Akibatnya, akhir pekan ini pengguna jalan tol Purbaleunyi harus dialihkan sebagai langkah preventif agar tidak terjadi kecelakaan atau bencana yang lebih besar. Siaran pers Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Jumat (23 Desember 2016) pagi, menyarankan jalur pengalihan sebagai berikut:

  • Kendaraan dari arah Jakarta menuju Bandung keluar di Gerbang Tol Sadang (KM 75+200) atau Gerbang Tol Jatiluhur (KM 84+600) dan dapat masuk kembali ke jalan tol melalui Gerbang Tol Padalarang (KM 121+400).
  • Kendaraan dari arah Bandung menuju Jakarta keluar Gerbang Tol Padalarang (KM 121 +400) atau Gerbang Tol Cikamuning (KM 116+700) dan masuk kembali ke jalan tol melalui Gerbang Tol Sadang (KM 75+200) atau Gerbang Tol Jatiluhur (KM 84+600).

“Pembatasan lalu lintas di Jembatan Cisomang diberlakukan secara efektif mulai Hari Jumat, Tanggal 23 Desember 2016 pukul 00.00 WIB sampai tiga bulan dan akan dievaluasi kembali secara periodik.”

Kementerian PUPR dan KKJTJ juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa menjaga keselamatan berkendara dalam masa libut Natal dan Tahun Baru 2017. Sementara itu Dirjen Bina Marga, Arie Setiadi dalam paparannya di Kantor Kementerian PUPR mengatakan bahwa pergeseran terjadi pada bagian atas pilar kedua jembatan ke samping sejauh 53 cm. Pergeseran itu dianggap sudah melebihi batas izin yang disyaratkan. Namun demikian, vibrasi jembatan (getaran jembatan) masih dalam ambang batas aman.

Pergeseran ini, lanjut Arie, disebabkan karena terjadinya pergerakan tanah pada bagian pondasi jembatan yang diperkirakan akibat turunnya curah hujan tinggi belakangan ini. Jembatan Cisomang yang tingginya 40 meter tersebut memang diakui rawan bergoyang jika terjadi pergerakan tanah walau sedikit saja di bagian pondasinya. (cho)

 

Comments

comments