Budayawan Protes Relokasi SDN Ibu Jenab I

0
190

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 40 orang yang terdiri dari budayawan, tokoh masyarakat, aktivis, berkumpul di heritage Bumi Ageung Jalan Mochamad Ali No 64 Kelurahan Solokpandan Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, Selasa (16 Januari 2018). Pertemuan yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB sampai sore ini membahas berbagai permasalahan yang ada di Cianjur. Beberapa budayawan datang dari berbagai wilayah Jawa Barat seperti Cianjur, Bandung, dan Sumedang.

Budayawan Kabupaten Cianjur, Abah Ruskawan, mengatakan, obrolan santai para budayawan ini memang fokus pada permasalahan SDN Ibu Jenab I yang dipindahkan. Hasil dari forum budayawan tersebut menyimpulkan akan bertemu dengan Bupati Cianjur untuk melakukan audiensi dan meminta pelajar SDN Ibu Jenab I dikembalikan.

“Hasil dari obrolan para budayawan tersebut menyimpulkan akan mengagendakan pertemuan dengan bupati, tadi juga mencuat keinginan agar para pelajar kembali belajar di SDN Ibu Jenab I,” ujar Abah Ruskawan.

Pada pertemuan budayawan tersebut hadir juga dari keluarga Siti Jenab yang diwakili para cucunya. Ada pula beberapa alumni SDN Ibu Jenab I yang berkesempatan hadir dan bernostalgia dengan para alumni lainnya.

Sofiati (60 tahun) seorang alumni SDN Ibu Jenab I mengatakan bahwa pertemuan dengan keluarga Ibu Siti Jenab menjadi kenangan tersendiri baginya. Satu per satu alumni bercerita tentang masa lalu dan berkisah tentang tokoh yang berada di beberapa foto yang tersimpan di dinding Bumi Ageung.

“Saya alumni SDN Ibu Jenab I, forum diskusi hari ini lebih kepada semangat keluarga, alumni, dan budayawan untuk mengenang jasa-jasa dari Ibu Siti Jenab,” katanya.

Sebagai pewaris pengelola Bumi Ageung Cikidang, ia banyak mendengar cerita dari para pendahulu tentang jasa Ibu Siti Jenab yang mengangkat derajat kaum perempuan di Cianjur. 

Para aktvitis kampus yang hadir juga mengagendakan aksi unjuk rasa menyikapi beberapa permasalahan yang saat ini perlu dikritisi. Aksi tersebut akan digelar Rabu (17 Januari 2018) di pendopo dan mengagendakan ke gedung DPRD Kabupaten Cianjur.

“Ada beberapa item yang menjadi bahan kritisi kami dalam unjuk rasa nanti. Satu di antaranya masalah penutupan Jalan Siti Jenab, lalu ada masalah retribusi parkir, lalu ada masalah tentang SDN Ibu Jenab I juga,” ujar Ridwan Mubarak, aktivis dari Cianjur Institute.

Ia juga mengagendakan fakta integritas dari aksi unjuk rasa tersebut. Ia mengatakan aksi damai nanti juga akan diikuti oleh beberapa elemen masyarakat dan elemen kampus. (daz/*)

Comments

comments