Keturunan Siti Jenab Rela SDN Ibu Jenab I Dipindah, Asal…

0
253

CIANJUR, patas.id – Keluarga keturunan Siti Jenab menyepakati adanya pemindahan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) SDN Ibu Jenab I ke lokasi yang baru, tetapi dengan catatan gedung yang saat ini berdiri tidak dialihfungsikan dan tidak menjadi lahan parkir. 

Pihak keluarga yang diwakili oleh beberapa orang cucu Siti Jenab itu juga meminta agar tempat yang memiliki nilai sejarah utamanya terkait pendidikan, bisa tetap dijadikan lokasi yang berkaitan dengan pendidikan, pengembangan seni budaya, sesuai yang dicita-citakan Siti Jenab.

“Kalau memang sudah kebijakan pemerintah, kami tidak dapat berbuat banyak. Tetapi kami harap jangan dijadikan lahan parkir, baiknya dijaga dan tetap dijadikan tempat yang berhubungan dengan pendidikan. Apalagi ini kan jadi pionir pendidikan, utamanya bagi kaum perempuan,” ujar Memet Hakim, salah seorang cucu Siti Jenab saat ditemui wartawan usai audiensi bersama pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rabu (10 Januari 2018).

Memet menuturkan, dalam audiensi tersebut juga terungkap neneknya membangun sekolah khusus untuk perempuan di lokasi tersebut, setelah mendapat hibab tanah dari Bupati Cianjur saat itu, tepatnya pada 1906. Seiring waktu sekolah tersebut terus berkembang dan menjadi SDN Ibu Jenab I.

“Ini merupakan tempat bersejarah layaknya cagar budaya lainnya yang harus dilestarikan pemerintah daerah. Apalagi ini merupakan wakaf untuk pendidikan, kalau memang mau dipindah tanpa harus merusak lokasi dan fungsi seharusnya. Kami sudah sepakat dan pemerintah daerah berjanji tidak akan membongkar bangunan,” katanya.

Memet menambahkan, pihak keluarga keturunan Siti Jenab juga rencananya akan bertemu dengan Bupati CIanjur, Irvan Rivano Muchtar, usai orang nomor satu di Cianjur tersebut pulang beribadah Umroh.

“Itu juga jadi salah satu poin dalam pembahasan, akan adanya pertemuan dengan bupati,” katanya.

Di sisi lain, sebagian siswa dan orangtua siswa SDN Ibu Jenab I, mengaku  tidak mau pindah dari sekolah yang mereka tempati saat ini, sebab sekolah pengganti di pinggir kota dengan kondisi bangunan yang belum aman bagi siswa SD. Mereka berharap Pemkab Cianjur bisa menunda atau bahkan mengurungkan rencana tersebut.

Nadia, seorang siswi kelas VI, mengatakan, mereka keberatan karena lokasi yang jauh ditambah lingkungan sekolah yang baru berdekatan dengan sungai, sehingga cukup membahayakan mereka ketika melakukan aktivitas belajar mengajar.

“Kami tidak mau pindah karena jauh dan bangunan sekolah yang baru seram, ditambah lagi dekat dengan sungai. Kalau bisa Pak Bupati tidak jadi memindahkan sekolah kami ke tempat yang jauh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi, mengatakan, rencana pemindahan sekolah yang terletak di sebelah Pendopo Kabupaten Cianjur itu, sudah disosialisasikan sejak jauh hari. Bahkan pihak pemerintah telah sepakat dengan pihak keluarga Siti Jenab.

Cecep menambahkan, dirinya bakal menyampaikan hasil kesepakatan tersebut kepada bupati untuk bisa ditindaklanjuti, terutama yang berkaitan dengan fisik serta fungsi gedung tersebut.

“Rencana tersebut sudah masuk dalam program penataan kota oleh Pemkab Cianjur. Ini dilakukan untuk memberikan tempat pendidikan yang layak dan tenang serta mengurangi kemacetan di tengah kota. Semua pihak sudah sepakat dan pekan ini sekolah sudah pindah. Kalau kaitan fungsi gedung setelahnya, akan kami usulkan kepada bupati, sesuai dengan yang diminta keturunan Siti Jenab,” katanya. (isl)

Comments

comments