Jenguk Korban, Wabup Akan Panggil Kedua Sekolah

0
318

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, bakal memanggil pihak sekolah yang siswanya terlibat aksi tawuran hingga mengakibatkan seorang siswa tewas dan dua lainnya luka berat.

Hal itu diungkapkan Herman usai mengunjungi para siswa yang dirawat di IGD RSUD Cianjur dan melayat jenazah siswa yang meninggal di Instalasi Pemulasaraan Jenazah, Jumat (15 September 2017) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca: Dilempar Kayu oleh Siswa Sekolah Lain, Siswa Al-Fatmah Meninggal Dunia

Menurutnya, pemanggilan tersebut dilakukan lantaran ada indikasi siswa dari kedua sekolah bakal melakukan aksi tawuran. Namun jumlah yang tidak seimbang membuat siswa dari Al-Fatmah kabur dari siswa yang diduga sekolah Al-Maziah.

‎”Saya akan panggil kedua sekolah.” 

Menurut Herman, berdasarkan keterangan dari beberapa pihak, peristiwa tersebut bermula dari media sosial, dimana siswa dari kedua sekolah saling serang dan berdebat. Hingga pada akhirnya disepakati untuk melakukan tawuran.

“Jadi saling balas dendam. Apalagi ditemukan beberapa barang yang diduga bakal dipakai untuk tawuran, salah satunya gir sepeda motor yang dipakaikan tali.” 

Herman menambahkan, dalam kejadian tersebut ada beberapa pelanggaran, seperti pembiaran anak usia SMP membawa sepeda motor, menaiki sepeda motor oleh lima orang, dan tawuran.

“Ke depan bakal diberlakukan larangan sepeda motor untuk siswa, terutama antisipasi tawuran pelajar. Tapi untuk waktu dekat, bakal dipanggil kedua sekolah yang terlibat tawuran dulu.” 

Ke depan, Pemkab bakal mengeluarkan regulasi seperti halnya di tingkat SMA/SMK, dimana pihak sekolah yang siswanya terlibat tawuran akan ikut diberi sanksi.

Namun, lanjut Herman, yang paling penting saat ini ialah memutus rantai antara siswa dan alumni, sebab hal itu yang memperpanjang tawuran di Cianjur. “Pokoknya Pemkab bakal segera melakukan antisipasi tawuran,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments