40 Anggota Paskibra Pagelaran Dibina

0
366
CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal melakukan pembinaan ke sekolah dimana 40 anggota Paskibra yang histeris lantaran gagal mengibarkan bendera saat upacara HUT Kemerdekaan RI akan belajar. Hal itu dilakukan untuk mendarkan mereka dari bullying teman-temannya di sekolah.
Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan bahwa pihaknya bakal menugaskan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta Dinas Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) untuk melakukan pembinaan dan pengarahan pada siswa serta setiap sekolah di Pagelaran.
“Pastinya Pemkab akan beri dukungan pada mereka, sebab bukan kesalahan mereka seutuhnya. Mereka kan sudah berusaha, tapi ada kendala seperti itu. Yang perlu dilakukan sekarang ini bagaimana mengembalikan semangat mereka,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler, Jumat (18 Agustus 2017).
Camat Pagelaran, Tatang Basari, pihaknya bersama unsur Muspika, mulai dari Polsek, Koramil, dan lainnya bakal melakukan pembinaan ke masing-masing sekolah, dimana para siswa belajar. Para siswa akan dijelaskan kejadian tersebut supaya tidak terjadi bullying para anggota paskibra tersebut.
“Memang yang perlu diantisipasi itu bullying, jangan sampai mereka jadi minder saat di sekolah karena kejadian tersebut. Rencananya hari ini mau dikumpulkan lagi, tapi pihak sekolah meminta Senin supaya seluruh siswa hadir.”
Menurutnya, untuk para anggota paskirba Pagelaran khususnya 12 anggota yang pingsan sudah mendapatkan pengarahan dan pembinaan, bahkan pada sore harinya, mereka melakukan penurunan bendera.
“Sebenarnya kemarin (Kamis, 17 Agustus 2017) sudah dikumpulkan, mereka kami beri dukungan dan pengarahan kalau itu bukan kesalahan mereka. Semuanya sudah berusaha semaksimal mungkin,” kata dia.
Tatang menegaskan, jika kejadian itu merupakan di luar perkiraan, sebab sesaat sebelumnya seluruh hal sudah diperiksa dan dicoba. “Jadi tiba-tiba tidak mau berfungsi katrol dan talinya, jadi bukan kesalahan para pengibar bendera. Tapi ini akan jadi evaluasi supaya ke depan tidak terulang,” tuturnya.
Sementara itu, dr Michael yang menangani para anggota Paskibra Pagelaran, mengatakan bahwa para anggota Paskibra hanya mengalami shock dan kecewa lantaran latihan yang panjang harus terkendala oleh masalah nonteknis.
“Hanya shock ringan, tidak parah. Tapi kemarin mengeluhkan sakit kepala setelah sadarkan diri. Setelah satu atau dua jam perawatan sudah bisa kembali pulang,” ujar Dokter Umum di RSUD Pagelaran tersebut.
Menurut Michael menjelaskan, para anggota Paskibra itu tidak harus menjalani terapi medis, namun tetap mesti diberikan terapi wicara oleh orangtua, guru, dan lingkungannya.
Jika tidak diberi terapi wicara atau konseling, dampak ke depan bagi mereka bisa buruk. Kemungkinan mereka bisa mengidap social phobia, dimana takut akan lingkungan sekitarnya dan takut untuk melakukan sesuatu atas kegagalan yang sempat terjadi.
“Pastinya kalau tidak ada pembinaan, konsultasi, dan semacamnya mereka akan anti sosial, takut melakukan sesuatu sebab khawatir akan terjadi kegagalan lagi. Itu yang perlu diantisipasi,” katanya. (isl)8

Comments

comments