Naik Truk dan Membawa Senjata Tajam, 21 Siswa SMK Diamankan Polsek Karangtengah

0
334

CIANJUR, patas.id – Sebanyak 21 siswa dari salah satu SMK swasta di Cianjur diamankan anggota Polsek Karangtengah lantaran hendak tawuran. Bahkan 11 di antaranya merupakan siswa kelas 1 atau X yang baru menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun patas.id, para siswa yang dua di antaranya merupakan perempuan diamankan anggota Polres Karangtengah di Jalur Lingkar Timur, sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (19 Juli 2017).

Melihat para siswa tersebut bergerombol naik truk, anggota Polres pun menghentikan mereka. Setelah diperiksa, ditemukan tiga buah senjata tajam‎, terdiri dari dua buah celurit dan sebuah kelewang. Tidak hanya itu, ditemukan juga dua buah jimat yang diikatkan di tubuh salah seorang siswa.

AS (17 tahun) salah seorang siswa kelas 1, saat diperiksa di Mapolsek Karangtengah, Rabu (19 Juli 2017) mengaku baru selesai MPLS dan hendak pulang ke rumahnya di Karangtengah. Dia pun mengaku tak punya niat untuk tawuran.

“Tadi teman yang bawa senjata tajam, saya mah enggak. hanya ikut-ikutan pulang bareng sama kelas XI dan XII.”

Menurutnya, temannya tersebut‎ membawa senjata tajam untuk menjaga diri, sebab takut selama perjalanan ada sekolah lain yang mencegat mereka.

‎Kapolsek Karangtengah, Kompol Agus Jamaludin, menuturkan, pihaknya mengamankan 21 siswa dan siswi lantaran disinyalir akan melakukan aksi tawuran, apalagi dengan ditemukannya senjata tajam.

“Meskipun berdalih untuk jaga-jaga, tapi kan tidak dibenarkan membawa senjata tajam. Kami amankan pun karena membuat pengguna jalan, warga, dan siswa lainnya tidak nyaman.”

Menurutnya, para siswa tersebut sementara waktu diamankan hingga orangtua dan pihak sekolah datang. Pemanggilan itupun dilakukan untuk mencegah aksi selanjutnya terjadi melalui pembinaan.

‎”Kami panggil orangtua dan sekolah untuk membuat pernyataan tidak melakukan hal serupa, sementara yang bawa senjata tajam akan diperiksa dapat dari mana, sebab bisa dikenakan undang-undang darurat. Tapi yang terpenting dengan adanya kejadian ini difokuskan pada pembinaan,” ungkapnya. (isl)

Comments

comments