Jumlah Lesbian di Cianjur Diperkirakan Sekitar 1.000 Orang

0
515
Two young women sitting on park bench, low section

CIANJUR, patas.id – Usia sekolah dinilai menjadi usia paling rawan dipengaruhi dan terjerumus menjadi pelaku seks menyimpang, terutama menjadi seorang gay atau lesbian. Tercatat dari lebih 2.000 gay di Cianjur, 30 persennya merupakan usia sekolah dan mayoritasnya memang bersekolah di lingkungan formal, sementara sebagian kecilnya sudah putus sekolah.

BACA: Tiap Bulan, Satu Gay Rekrut 5-6 Gay Baru di Cianjur

BACA: Pertumbuhan Gay Cianjur Dipicu oleh Faktor Ekonomi

Doktrin bisa melakukan hubungan seks tanpa mengakibatkan kehamilan menjadi bisa sangat menggoda bagi remaja lelaki usia labil. Selain itu, faktor pertemanan juga sangat berpengaruh, demikian dituturkan oleh Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur, Hilman.

“Memang usia sekolah, terutama SMP dan SMA/SMk ini yang rawan menjadi gay. Terutama diajak oleh temannya.”

Menurutnya, mereka yang berada di usia sekolah atau belasan tahun biasanya memiliki rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba sesuatu yang baru, termasuk seks. Hal itu dimanfaatkan oleh kaum homoseksual untuk merekrut orang-orang baru. Salah satunya dengan menggiring mereka melakukan seks dengan sesama jenis, sebab jika dengan berlainan jenis beresiko untuk hamil.

“Jadi dijelaskan dulu, kalau dengan perempuan itu bisa hamil, kemudian kalau ketahuan bisa dikeluarkan dari sekolah. Sementara dengan sesama jenis tidak ada resiko hamil. Dari situlah pertumbuhan gay itu meningkat. Bahkan kalau ada seorang gay di satu sekolah, dalam beberapa bulan jumlah gay di sekolah tersebut akan tumbuh hingga belasan orang.”

Oleh karena itu menurut Hilman, peran pemerintah daerah khususnya Dinas Pendidikan, dinilai sangat penting dalam sosialisasi bahaya gay dan efeknya yang hingga mengakibatkan HIV/AIDS.

Di samping itu, orangtua juga harus waspada pada perilaku anaknya. Meskipun sulit untuk dilihat secara kasat mata, anak harus dihindarkan dari perilaku tersebut.

“Kalau dulu anak main dengan sesama laki-laki atau sampai tidur bareng itu tidak masalah, tapi sekarang harus tetap diwaspadai. Pendidikan moral dan agama juga penting bagi mereka agar terhindar dari perilaku seks menyimpang.”

Selain gay, lanjut Hilman, kini perilaku seks menyimpang seks sesama perempuan juga cukup tinggi. Jika jumlah gay di Cianjur mencapai 2.000, maka jumlah lesbian diperkirakan setengahnya.

“Memang belum didata secara konkrit, namun cukup tinggi. Saat ini kami fokus ke gay dulu, sebab resikonya lebih tinggi dibandingkan lesbian,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments