Alhamdulillah, Siswa SMAN 1 Mande Akhirnya Bisa Ikut UNBK

0
304

CIANJUR, patas.id – Para siswa SMAN 1 Mande akhirnya bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, namun pelaksanaannya tertunda dari jadwal seharusnya dan menumpang di SMKN 1 Karangtengah.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mande, Toto Suharya , mengatakan bahwa setelah mendapati komputer di sekolahnya dibawa komplotan pencuri, pihaknya segera mencari sekolah terdekat yang sudah melaksanakan UN agar bisa digunakan para siswanya.

BACA: Jelang UNBK, 36 Unit Komputer Dicuri Dari SMAN 1 Mande

BACA: Kronologi Pencurian 36 Unit Komputer di SMAN 1 Mande

“Alhamdulillah, ada SMKN 1 Karangtengah yang jaraknya sekitar 100 meter dari sekolah. Mereka sudah laksanakan UNBK pekan lalu. Jadinya bisa digunakan, kepala sekolahnya pun langsung menyetujui,” kata dia, Senin (10 April 2017).

Menurutnya, pihak sekolah masih beruntung karena komputer server tidak ikut dicuri, sehingga pelaksanaan UN bisa tetap dilakukan meski di sekolah lain.

“Kalau servernya dibawa, itu sangat menyulitkan. Soalnya data siswa dan data lainnya ada di server. Makanya masih untung server tidak dibawa. Setelah koordinasi dengan pihak SMKN 1 Karangtengah dan disetujui, langsung kami lakukan persiapan pelaksanaan.”

Menurutnya, meskipun masih bisa dilaksanakan, para siswa yang seharusnya ujian di sesi pertama pada pukul 08.00 WIB, terpaksa harus masuk di sesi kedua pada pukul 10.00 WIB.

“Jadi sesi pertama dan kedua digabung, alhamdulillah di sini (SMKN 1 Karangtengah) ada 60 unit komputer sehingga bisa ‎dipercepat. Kami juga sudah koordinasi dengan kementerian, mereka siap menunggu sampai pukul 20.00 WIB, tapi pukul 16.00 WIB juga sudah selesai.”

Kepala SMKN 1 Karangtengah, Cholid Rosyadi, mengungkapkan pihaknya terbuka agar siswa SMAN 1 Mande bisa ‎melaksanakan UN di sekolahnya. Sebanyak 60 unit komputer pun disiapkan dalam dua ruangan.

“Mereka kan juga anak-anak kami, dan ini juga musibah, pastinya kami bantu mereka. Apalagi sekolahnya berdekatan, jadi kami juga langsung menyiapkan sarananya bagi mereka. Kasihan kalau harus tertunda UN-nya,” tutur dia. (isl)

Comments

comments