Wakil Bupati: Setelah UN, Jangan Curat-coret Seragam

0
279

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman meminta agar para siswa tidak melakukan aksi tawuran pasca pelaksanaan Ujian Nasional, hari KamisĀ (6 Maret 2017). Selain itu, siswa juga lebih baik menyumbangkan seragamnya yang masih layak pakai ketimbang mencurat-coretnya.

“Setelah UN, lebih baik pulang ke rumah. Istirahat setelah berfikir dan belajar keras untuk mengisi setiap soal. Jangan malah tawuran,” ujar dia saat melakukan peninjauan UN di sejumlah sekolah, Rabu (5 April 2017). Perilaku tawuran, menurut Herman, akan sangat merugikan bagi siswa, sebab tidak hanya luka berat yang diterima, namun bisa sampai meninggal dunia.

“Ini yang kami khawatirkan, ada korban jiwa dalam tawuran pelajar. Mereka juga nanti yang rugi, sudah susah payah belajar selama tiga tahun, belajar maksimal menghadapi ujian, tapi harus berakhir dengan kematian.”

Selain itu, lanjutnya, perbuatan mencurat coret pakaian menggunakan cat semprot atau pilox juga tidak dibenarkan. Pakaian tersebut lebih baik disumbangkan pada adik kelas atau siswa yang tidak mampu, sehingga bisa lebih bermanfaat.

“Tidak perlu bereforia terlalu berlebihan. Jangan juga mencorat coret pakaian. Lebih baik sumbangkan, jadi mereka yang tidak mapu bisa diringankan bebannya dari segi pakaian.”

Menurutnya, pihak sekolah, guru, dan orangtua juga harus lebih mengawasi anak-anaknya setelah mengikuti UN, supaya tidak melakukan perilaku negatif atau yang berlebihan setelah UN.

“Perlu kerjasama dari segala pihak. Awasi bersama, jangan sampai anak berkeliaran kemana-mana setelah UN. Jadikan mereka generasi yang berkualitas dan bermoral. Masa depan mereka harus lebih baik setelah mengeyam pendidikan,” pungkasnya. (isl)

Comments

comments