Wabup: Sanksi untuk Kepsek dan Guru Adalah Shock Therapy

0
374

CIANJUR, patas.id – Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman akan tetap mempertahankan komitmen sanksi sesuai kesepakatan Cianjur Anti Tawuran. Tidak hanya sanksi bagi siswa, guru dan kepala sekolah yang tidak maksimal dalam mencegah tawuran pun akan terkena imbasnya.

Menurutnya, selain kepada kepala sekolah dan guru, orang tua juga akan mendapatkan sanksi secara tidak langsung, dimana anaknya akan direhab atau diproses hukum ketika melakukan aksi tawuran. “Jadi sanksinya ke semua komponen yang memang harus terlibat mencegah aksi tawuran di Cianjur,” tegasnya. Khusus sanksi untuk Kepsek dan guru, Herman menilainya sebagai terapi kejut.

“Sanksi dinonfungsikan sementara itu jadi shock therapy bagi kepala sekolah dan guru. Makanya harus maksimal dalam mencegah tawuran supaya tidak dikenakan sanksi.”

Herman menambahkan, siswa yang dikeluarkan dari sekolah dan tak diterima di setiap sekolah di Cianjur nantinya akan menjalani rehabilitasi di panti sosial oleh Dinas Sosial Kabupaten Cianjur. “Di sana mereka akan dididik dan dibina agar jadi produktif. Pendidikan pun diberikan, jadi masa depan mereka tidak akan hancur.”

BACA: Salah Satu Poin Cianjur Anti Tawuran Dianggap Memberatkan Kepsek

Menurut Herman saat ditemui di ruangannya, Selasa (14 Maret 2017), poin-poin dalam kesepakatan Cianjur Anti Tawuran itu tidak akan diubah dan seluruh pihak harus berkomitmen untuk menjalankan demi Cianjur yang bebas tawuran.

“Lebih baik mengorbankan satu anak dibandingkan harus banyak korban lagi yang bermunculan dari aksi tawuran.”

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah kepala sekolah mengaku keberatan dengan salah satu poin dalam kesepakatan bersama Cianjur Anti Tawuran, sebab kepala sekolah dan guru yang siswanya kedapatan tawuran ‎akan dinonaktifkan sementara.(isl)

Comments

comments