Salah Satu Poin Cianjur Anti Tawuran Dianggap Memberatkan Kepsek

0
258
Puluhan pelajar melakukan tawuran dengan warga yang berada di Jalan. Abdulah Syafei, Gudang Peluru, Jakarta, Jumat (4/11/2015). Tawuran pelajar ini kerap terjadi hampir setiap siang hari.

CIANJUR, patas.id – Sejumlah kepala sekolah mengaku keberatan dengan salah satu poin dalam kesepakatan bersama Cianjur Anti Tawuran, sebab kepala sekolah dan guru yang siswanya kedapatan tawuran ‎akan dinonaktifkan sementara.

Kepala SMKN 1 Cipanas, Ida Yuniati Surtika, mengatakan bahwa ‎kesepakatan Cianjur Anti Tawuran tersebut dinilai perlu untuk menekan angka tawuran di Kota Santri, tetapi sanksi dinonaktifkannya kepala sekolah dianggap berlebihan.

“Tawuran ini masalah tanggungjawab bersama, tidak bisa begitu saja menyalahkan kepala sekolah atau guru. Kan ada komponen penting lainnya, seperti lingkungan dan orangtua. Tapi yang dititikberatkan malah peran kepala sekolah dan guru, sampai ada sanksi nonaktif selama beberapa waktu.”

Menurut Ida saat diwawancara Selasa (14 Maret 2017), aktivitas tawuran terjadi di luar jam pelajaran, dimana seharusnya lingkungan dan orang tua berperan besar dalam mencegah anak-anaknya terlibat kegiatan negatif tersebut. Selain itu, jika ada sekolah yang kepala sekolah dan guru yang diberi sanksi, maka proses pembelajaran akan berhenti. Hal itu dinilai akan memperburuk pendidikan dan pembinaan siswa.

“Di dalam kesepakatan itu kan tidak dijelaskan guru apa yang disanksi? Berarti bisa ditafsirkan seluruhnya. Ketika itu terjadi maka pembinaan akan terhenti.”

Menurutnya, masih banyak solusi untuk mencegah terjadinya tawuran. “Kan bisa siswanya diberi sanksi belum lulus atau penundaan kenaikan kelas. Setelah itu dibina di dinas sosial‎,” ucapnya.

Keberatan Ida dipahami oleh Kepala SMK Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Cianjur, Deni Koswara. Menurutnya kebijakan tersebut memang dinilai kontroversial dan belum sepenuhnya bisa diterima, meskipun penandatanganan telah dilakukan. “Mungkin nanti bisa dilakukan revisi lagi supaya tidak merugikan banyak pihak. Kamipun selaku kepala sekolah tidak mungkin membiarkan siswa melakukan tawuran,” ucapnya. (isl) ‎

Comments

comments