Apa Isi Kesepakatan Bersama Cianjur Anti Tawuran?

0
297

CIANJUR, patas.id – Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan kesepakatan bersama Cianjur Anti Tawuran. Sanksi tegas pada siswa yang melakukan tawuran bakal dijalankan.

Kesepakatan tersebut disetujui bersama oleh sejumlah Kepala SMK yang kerap tawuran saat upacara bersama di SMK AMS Cianjur, Senin (27 Februari 2017) pagi. Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman yang memimpin upacara, mengatakan bahwa penekanan aksi tawuran dilakukan secara eksternal dan internal, kesepakatan Cianjur anti tawuran pun sudah dipahami bersama.

“Jadi sudah disetujui, siswa yang tawuran akan dikeluarkan dan tidak diterima di sekolah manapun di Cianjur. Pilihannya ya silakan ke kota lain.”

Menurutnya, mereka yang hanya ikut-ikutan atau disuruh oleh seniornya bakal menjalani rehabilitasi sosial selama satu sampai dua tahun. Pemutusan rantai tawuran pun akan dilakukan supaya tidak berkepanjangan. “Memang ada senioritas, mereka ikut karena dipaksa atau disuruh seniornya. Makanya kami akan coba putus mata rantainya. Pihak sekolah pun didorong untuk kooperatif supaya pencegahan tawuran bisa maksimal.”

Sementara itu Kepala SMK AMS, ‎Deni Koswara, mengatakan, pihaknya sudah melakukan erbagai pencegahan, salah satunya adalah kegiatan rohani setiap hari dan full day school dari pukul 07.00-16.00 WIB.

“Kami juga adakan boarding school dan pesantren. Tapi itu memang di luar dugaan, sebab kejadiannya pun malam hari. Namun kami akan berusaha lebih baik dalam membina siswa.”

Deni juga mendorong agar lingkungan dan keluarga ikut membimbing anaknya, sebab pendidikan di sekolah hanya beberapa jam, sementara waktu bersama keluarga dan lingkungan lebih panjang. “Bukan hanya sekolah, lingkungan, tokoh, ulama, dan orangtua juga penting. Kami ingin semua pihak saling mengambil peran supaya pencegahan ini tidak sekedar formalitas,” katanya. (isl)‎

Comments

comments